Jitunews.Com
18 April 2019 14:29 WIB

Kementan Dorong Akselarasi Ekspor Jayapura

Kepala Badan Karantina Kementan, Ali Jamil, menargetkan, nilai ekspor tahun ini meningkat dua kali lipat, lebih tajam dari nilai ekspor tahun sebelumnya.

Kementan Dorong Akselarasi Ekspor Jayapura (Kementan)

Dalam kesempatan yang sama, Jamil juga memberikan secara simbolis akses Indonesia Map of Agricultural Commodities Exports atau I-MACE pada pemerintah Provinsi Papua.

Aplikasi tersebut berisi tentang perkembangan data eksport berbagai komoditas pertanian dari daerah terkait dan dimaksudkan supaya pemerintah mampu membaca dan mengoptimalkan potensi pertanian yang ada di daerahnya.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengapresiasi program yang tengah dilakukan Kementan melalui Barantan dalam akselerasi ekspor. Lukas berharap program bimbingan teknis, Agro Gemilang yang ditujukan terutama pada calon eksportir baru di Papua dapat terus ditingkatkan.



Jaga Stabilitas Harga Bawang Merah dan Bawang Putih, Kementan 'Gercep' Lakukan Ini

"Papua harus segera dapat menjadi lumbung pangan bagi negara-negara di perairan Pasifik. Inilah komitmen kami," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Jayapura, Muklis Natsir, menyampaikan data otomasi perkarantinaan, IQFAST untuk ekspor produk non migas bidang pertanian dari Jayapura pada tahun 2018 mencapai Rp 35,6 miliar.

Data tersebut, kata Muklis, adalah tren peningkatan di trisemester awal 2019 yakni mencapai 29,1 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 10,3 miliar.

Di sana, ada 5 komoditas unggulan ekspor yaitu kayu merbau, tepung terigu, kayu lapis, biji kopi dan vanili. Adapun tujuan negara di antaranya Tiongkok, PNG dan Amerika Serikat.

Sedangkan, komoditas lainnya yang iuga diminati pasar dalam negeri adalah produk cangkang sawit, CPO, biji kakao dan kopra.

"Tujuan daerh yang kami kirim diantaranya ke Kalimantan, Medan, Surabaya, Denpasar dan Yogyakarta. Bahkan hingga Maret 2019 ini, biji kakao yang dilalulintaskan sebanyak 75,9 ton atau senilainya Rp 2,3 miliar," tukasnya.

Menurut Muklis, pihaknya bersama Barantan saat ini juga juga tengah fokus pada proteksi kemungkinan masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan lain. Langkah ini dilakukan sebagai pesan dari Presiden Jokowi yang meminta melakukan lompatan kinerja guna mendongkrak ekspor.

Mentan Optimistis B100 Mampu Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita