Jitunews.Com
1 April 2019 18:54 WIB

DPR Puas dengan Kemajuan Pembangunan Perikanan Budidaya

KKP akan segera membangun instalasi perikanan budidaya khusus untuk memproduksi calon induk (broodstock) dan benih ikan air tawar di Musirawas.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (Dok. Jitunews.com)

MUSIRAWAS, JITUNEWS.COM Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses ke Kabupaten Musirawas Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (29/3). Turut mendampingi kunjungan tersebut Dirjen Perikanan Budidaya KKP dan Wakil Bupati Musirawas, juga hadir perwakilan dari BLU LPMUKP, Kepala BPBAT Sungai Gelam Jambi, Direktur irigasi dan perwakilan Kementerian Pertanian lainnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta SKPD lingkup Pemkab Musirawas.

Salah satu lokasi Kunker kali ini yakni kawasan perikanan budidaya di Desa M. Sitiharjo Kecamatan Tugumulyo. Daerah ini merupakan salah satu kawasan pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Musirawas sekaligus daerah minapolitan. Melalui kunker ini Komisi IV DPR RI bermaksud memastikan pengembangan perikanan budidaya dan sektor lainnya di daerah tersebut, dapat berjalan dengan baik dan sinergis.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di sela-sela kunjungan menjelaskan bahwa Musirawas merupakan salah satu daerah yang sangat pesat perkembangan usaha pembudidayaan ikannya, jumlah kolamnya semakin bertambah. Oleh sebab itu, kunker Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan kementerian terkait lainnya ini untuk menghimpun masukan masyarakat karena adanya kekhawatiran dari petani akan kekurangan pasokan air bagi sawah mereka.



KKP Bangkitkan Kembali Budidaya Ikan Pasca-Tsunami di Pandeglang

“Musirawas ini salah satu sentra perikanan budidaya yang sangat strategis dan perkembangannya begitu pesat di Sumatera bagian selatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan ikan di kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musirawas sendiri, ia juga mampu memasok berbagai jenis ikan air tawar untuk kabupaten maupun kota sekitarnya hingga ke kota Palembang, Bengkulu dan Jambi,” jelas Slamet.

“Untuk memenuhi pasar yang ada, produksi harian dari kabupaten ini bisa mencapai 193,78 ton per hari. Komoditasnya pun bermacam-macam seperti Nila, Mas, Lele, Patin, Gurame dan Nilem. Ini menunjukkan bahwa Musirawas benar-benar telah menjelma sebagai sentra perikanan budidaya,” lanjutnya.

Slamet juga menyampaikan bahwa KKP akan segera membangun instalasi perikanan budidaya khusus untuk memproduksi calon induk (broodstock) dan benih ikan air tawar di Musirawas.

"Kelak instalasi atau broodstock ini akan mampu memenuhi kebutuhan calon induk dan benih ikan air tawar di pulau Sumatera. Pemda juga mendukung penuh dengan menyediakan lahan dan sarana prasarana perairannya," jelasnya.

Ini Strategi Jitu KKP Antisipasi Masuknya Penyakit Udang AHPND ke Indonesia
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita