Jitunews.Com
28 Maret 2019 21:51 WIB

Harga Patokan Ekspor Produk Tambang Periode April 2019 Meningkat, Penyebabnya Ini

Produk yang mengalami kenaikan yaitu konsentrat tembaga, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenite, nikel, dan bauksit

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Oke Nurwan, DIPL. ING. (Jitunews/Khairul Anwar)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode April 2019.

Dibandingkan dengan HPE periode Maret 2019, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2019 pada 25 Maret 2019.

“Kenaikan HPE produk pertambangan disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk yang mengalami kenaikan yaitu konsentrat tembaga, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenite, nikel, dan bauksit,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan.



Indonesia Menang di Arbitrase Lawan Perusahaan Tambang Asing

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal.

Sedangkan, konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga ratarata pada periode bulan April 2019 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) yang ditetapkan dengan harga rata-rata USD 2.347,56/WE atau naik sebesar 3,87%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 293,50/WE atau naik sebesar 4,43%, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 854,68/WE atau naik sebesar 1,04%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 756,72/WE atau naik sebesar 4,38%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 218,05/WE atau naik sebesar 2,19%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 893,18/WE atau naik sebesar sar 0,30%, nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD 18,81/WE atau naik sebesar 6,21%, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 25,20/WE atau naik sebesar 0,49%.

Sementara itu, konsentrat besi (hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 62% dan TiO2 ≤ 1%), konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%), konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan.

Menurut Oke, HPE periode April 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

Jonan Minta Kontribusi Tambang untuk Masyarakat Ditingkatkan
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita