Jitunews.Com
11 Maret 2019 14:06 WIB

Kenapa Kita Tidak Boleh Melihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang?

Apakah dengan melihatnya, kita menjadi buta?

Ilustrasi Gerhana Matahari (`)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gerhana matahari total adalah kejadian yang cukup langka, tergantung dari mana lokasi kamu berada. Namun pada umumnya fenomena ini bisa berkisar antara 2-3 kali dalam setahun untuk beberapa titik di belahan dunia hingga setiap 375 tahun sekali di belahan dunia lainnya.

Walaupun gerhana matahari terjadi hanya beberapa kali seumur hidup, kamu jangan tergoda untuk gerhana dengan mata telanjang. Menatap gerhana secara langsung maka dapat menyebabkan kerusakan mata serius dan tak bisa diobati.

Baca juga: Kenapa Kita Sering Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain?



Bukanya Sembuh, Minum Obat dengan Air Teh Malah Berbahaya Bagi Tubuh!

Menurut laporan dari situs hellosehat.com (6/2), matahari pada dasarnya merupakan sumber ledakan panas mahadashyat yang terjadi terus-menerus. Begitu kamu memutuskan untuk melihat matahari dengan mata telanjang, sengatan sinar matahari akan mulai "memanggang" bola mata.

Sinar UV adalah jenis sinar matahari yang paling bisa merusak mata, terutama bila dipantulkan pasir, salju atau air. Kornea (lapisan terluar mata yang transparan) akan melepuh dan retak akibat paparan sinar UV berlebih.

Jadi, ketika kamu memandang tepat ke arah matahari sebentar saja, panas yang diproduksi akan terkonsentrasi sangat dashyat pada retina sehingga cukup untuk membakar dan menghanguskannya. Parahnya lagi, karena retina tidak memiliki reseptor rasa sakit, kamu tidak tahu kerusakannya telah terjadi sampai terlambat.

Ternyata Cokelat Punya Manfaat Dasyat Bagi Ibu Hamil, Apa Saja?

Halaman:
  • Penulis: Kesdik Bayu

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita