Jitunews.Com
11 Maret 2019 12:47 WIB

Keren! Swiss Bangun Pabrik Kereta Senilai US$ 210 Juta di Banyuwangi

Hubungan historis Indonesia dengan Afrika merupakan nilai tambah dalam mempermudah pemasaran produksi Stadler Inka ke Afrika.

Produsen kereta api Swiss Stadler Rail Bersama PT INKA akan bangun pabrik kereta api di Banyuwangi. Hal ini diutarakan oleh pemilik perusahaan Stadler Rail dalam serangkaian pertemuan dengan Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, dan Menko Maritim. (KBRI Bern)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produsen kereta api Swiss Stadler Rail Bersama PT INKA akan bangun pabrik kereta api di Banyuwangi. Hal ini diutarakan oleh pemilik perusahaan Stadler Rail dalam serangkaian pertemuan dengan Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, dan Menko Maritim.

Dalam kunjungan ini, pemilik Stadler, Peter Spuhler, dan sejumlah petinggi Stadler didampingi Duta Besar RI Bern Muliaman D Hadad. Pimpinan PT Inka, dan Ketua Komite Indonesia Swiss Asian Chamber of Commerce juga ikut serta.

Stadler Rail dan PT Inka akan membangun joint venture di Banyuwangi untuk memproduksi kereta api regional, light rail vehicle dan kereta dalam kota atau Metro.



Garuda Muda Berkibar di Yonex Dutch Junior 2019

Pembangunan dimulai tahun 2020 dengan kapasitas 250 unit per tahun dan akan mencapai 500 unit tahun 2025, dan 1000 unit per tahun pada 2030. Nilai investasi Stadler dalam proyek ini mencapai USD 210 juta.

Dalam strategi pendayagunaan sumber domestik, pihak Stadler menjelaskan beberapa tahapan yang akan dilalui. Tahap pertama selama dua tahun adalah rekrutmen tenaga kerja domestik, pembangunan supply chain dan perencanaan pembangunan.

Hal ini dilanjutkan dengan progran train the trainer, pengenalan budaya kerja Stadler dan kemampuan membangun jaringan. Pengiriman staf inti Stadler ke Indonesia adalah tahap berikutnya, mereka ini akan kembali ke Swiss setelah staf Indonesia dalam menjalankan operasi pabrik sepenuhnya.

Pihak Stadler juga memaparkan target market hasil produksi Stadler INKA selain untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yaitu ke negara Asia lainnya dan Pasifik serta Afrika Sub Sahara.

"Tidak hanya hanya kebutuhan domestik yang tinggi, produksi Stadler Inka ini juga dapat dipasarkan di pasar ASEAN, Australia dan negara negara Afrika," ujar Duta Besar RI Bern, Muliaman D Hadad.

Keren! Dua Desainer Indonesia Ini Ramaikan Fashions of Multicultural Australia

Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita