Jitunews.Com
25 Februari 2019 09:02 WIB

KKP Bangkitkan Kembali Budidaya Ikan Pasca-Tsunami di Pandeglang

Terkait isu dan ketakutan masyarakat untuk makan ikan hasil tangkapan di laut, Slamet mengingatkan bahwa itu adalah anggapan yang salah.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (kedua dari kanan), menyerahkan bantuan bagi pembudidaya ikan dan masyarakat terdampak bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (22/2) (ist)

PANDEGLANG, JITUNEWS.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menyerahkan bantuan bagi pembudidaya ikan dan masyarakat terdampak bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (22/2) lalu.

Kali ini KKP menyerahkan bantuan bagi pembudidaya ikan berupa 35.000 ekor benih lele dan 1,4 ton pakan ikan. Selain itu, KKP juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada 160 KK.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, secara langsung menyerahkan bantuan tersebut yang dipusatkan di Kampung Mataram, Desa Sukarame kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang.



Perkuat Struktur Ekonomi Pembudidaya Ikan, KKP Siapkan Program Prioritas 2019

Slamet tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia mengajak seluruh kepala UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya dari seluruh Indonesia dalam kunjungannya.

Bantuan yang diserahkan merupakan sebagian dari rencana KKP untuk membangkitkan kembali usaha perikanan budidaya di Kabupaten Pandeglang pasca bencana tsunami. Pada tahun 2019 ini KKP berencana menyalurkan 1,5 juta ekor benih ikan dan udang, 3.000 ekor calon induk ikan unggul, 10-15 ton pakan ikan, paket budidaya bioflok, bahan baku pakan mandiri serta pendampingan dalam berbagai usaha perikanan termasuk budidaya.

“Kami (KKP) berkewajiban memotivasi masyarakat untuk segera bangkit, kami ingin pembudidaya segera kembali melanjutkan usahanya. Produksi perikanan baik dari budidaya maupun penangkapan harus kembali bangkit. Kami tahu potensi perikanan budidaya yang dimiliki pandeglang luar biasa,” ujar Slamet penuh semangat, memotivasi masyarakat yang hadir.

“Kami yakin ini belum cukup, kami minta pak kadis untuk mengidentifikasi lebih lanjut serta meng-update kerusakan-kerusakan sarana prasarana budidaya dan jumlah pembudidaya yang terdampak bencana,” lanjutnya.

Slamet juga mengharapkan kepada masyarakat membentuk kelompok berbadan hukum atau koperasi untuk memudahkan pembinaan dan penyaluran bantuan dari pemerintah termasuk KKP, perbankan serta lembaga lainnya.

“Untuk mengatasi penyakit ada balai khusus yang menangani penyakit ikan di Serang sini. Persoalan pakan, maka akan ada bantuan pakan, mesin pakan mandiri. Oleh karena itu, saya minta agar membentuk kelompok baik pembudidaya, nelayan maupun pengolah, anggotanya 10, 11, 12 orang, boleh lebih,” terang Slamet, saat menjawab keluhan massyarakat terkait penyakit ikan dan mahalnya pakan ikan.

Revolusi Industri 4.0, KKP Dorong Sentra Budidaya Lele Berbasis Digital

Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita