Jitunews.Com
23 Februari 2019 17:48 WIB

Mentan Lepas Ekspor Manggis ke Tiongkok dan Beri Bantuan ke 10 Ribu Petani Milenial

Indonesia merupakan negara eksportir manggis, dengan peringkat ke-5 dunia sebagai negara produsen manggis

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan pada acara Apresiasi Kementerian Pertanian terhadap kinerja ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2). (Kementan)

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan, dalam tahun 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai 448, 127 milyar. Dari jumlah tersebut ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 miliar.

"Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok," kata Ali.

Masih dalam acara ini, Anggota DPR Ri, Dewi Asmara, mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.



Mantap! Panen Jagung di Gunungkidul Berjalan Sukses

"Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada kesejahtera," akuinya.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, optimis ekspor hortikultura khususnya manggis. Sesuai arahan menteri Andi Amran sulaiman untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan yakni mendorong kawasan sentra manggis terbesar yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB maupun Banten meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 sebanyak 2019 sekitar 211 ribu batang.

"Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar," jelasnya.

"Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi," tutupnya.

Mentan Klaim Berhasil Kembangkan Bahan Bakar Biodisel B-100
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita