Jitunews.Com
31 Januari 2019 13:11 WIB

Kembangkan Panas Bumi di NTT, KESDM Gaet Konsorsium Asing

Potensi energi terbesar yang dapat dimanfaatkan di NTT adalah panas bumi sebesar 1276 MWe dan 776 MWe,

Ilustrasi, pipa panas bumi. (google)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Eastern Indonesia Geothermal Consortium untuk mengembangkan panas bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama in tak lain untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

"BLU Badan Litbang ESM dapat bermitra dengan Badan Usaha melalui Kerja Sama Operasi (KSO) ataupun Kerja Sama Manajemen (KSM) untuk ikut mempercepat investasi panas bumi," kata Kepala Badan Litbang ESDM, Sutijastoto, dikutip dari laman esdm.go.id, Kamis (31/1).

Saat ini pengembangan ekonomi terbesar NTT berasal dari industri pariwisata, pertambangan, kelautan, serta panas bumi. Terdapat 11 perusahaan tambang mineral di Kabupaten Manggarai dan membutuhkan tambahan daya listrik cukup besar. Salah satunya pengolahan smelter mangan, yang membutuhkan energi 10 MW.



Arcandra Pastikan Revisi PoD Blok IDD Segera Rampung

Potensi energi terbesar yang dapat dimanfaatkan di NTT adalah panas bumi sebesar 1276 MWe dan 776 MWe, diantaranya terdapat di Pulau Flores. Oleh karena itu Pulau Flores ditetapkan sebagai Pulau Panas Bumi, melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017.

Dari 12 wilayah prospek panas bumi, ada tiga wilayah yang telah mendapat izin pengelolaan WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) dari Menteri ESDM, yaitu Ulumbu, Mataloko dan Sokoria.

Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama Infrastruktur, Demi Energi Migas Berkeadilan

Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita