Jitunews.Com
23 Januari 2019 21:09 WIB

Wood Mackenzie Puji Penerapan Sistem Gross Split, Begini Reaksi Arcandra

Menurut laporan Wood Mackenzie, sistem kontrak gross split mendapat sambutan yang positif dari para investor migas.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sistem kontrak minyak dan gas (migas) gross split yang mulai diperkenalkan oleh Pemerintah RI sejak tahun 2017 terus menuai dukungan.

Lembaga konsultan energi global Wood Mackenzie dalam laporan yang terbit Januari 2019 memberikan apresiasi atas perubahan sistem fiskal dari Production Sharing Cost (PSC) cost recovery ke gross split.

Menurut laporan Wood Mackenzie, sistem kontrak gross split mendapat sambutan yang positif dari para investor migas. Kebijakan fiskal yang diterapkan oleh sistem gross split juga dinilai positif terhadap investasi migas di Indonesia.



Pesan Jokowi, RUU Migas Harus Ramah Investasi

"Kami bersyukur, dengan kerja keras kita semua dukungan terhadap sistem gross plit terus mengalir dan semakin besar. Apresiasi yang diberikan oleh Wood Mackenzie menjadi salah satu bukti bahwa gross split sangat kompetitif untuk menarik investasi migas ke Indonesia," jelas Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Jakarta, Rabu (23/1).

"Dari laporan Wodd Mackenzie, Indonesia, bersama India, disebut telah menyelesaikan satu babak di bawah skema bagi hasil migas yang baru, yakni Gross Split. Respons dari investor, seperti yang disebut dalam laporan tersebut, adalah cukup baik," lanjut Arcandra.

HIP Biodiesel Februari Naik Signifikan, Pemicunya...

Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita