Jitunews.Com
20 Desember 2018 20:51 WIB

KKP Dukung Pengembangan Perikanan Budidaya di Kabupaten Sarolangun

Dengan potensi perairan umum daratan yang luas, semestinya Sarolangun bisa jadi salah satu sentral produksi ikan air tawar di Provinsi Jambi.

KKP melakukan restocking sebanyak 50.000 ekor benih ikan Jelawat di Sungai Batang Tembesi, Jambi (Dok. DJPB-KKP)

SAROLANGUN, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan Kabupaten Sarolangun punya potensi besar untuk pengembangan perikanan budidaya, namun demikian belum banyak sentuhan dukungan untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Oleh karenanya, ke depan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendukung pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Sarolangun sepanjang ada komitmen tinggi dari Pemda dan masyarakat.

Menurut Slamet, dengan potensi perairan umum daratan yang luas, semestinya Sarolangun bisa jadi salah satu sentral produksi ikan air tawar di Provinsi Jambi.



Pembudidaya Ikan Kabupaten Serang Terima Kartu dan Polis Asuransi

Ia juga mengapresiasi kearifan lokal masyarakat setempat untuk melakukan upaya konservasi ikan endemik mekalui konsep "lubuk larangan".

"Saya terenyuh dengan Sarolangun ini, satu sisi potensi perikanan yang besar, namun disisi lain jika dibanding dengan daerah lain dukungannya masih minim. Saya melihat ada kesungguhan dari pak Bupati dan masyarakat, oleh karenanya saya minta pak Bupati untuk identifikasi kebutuhan dan lokasi lokasi mana yang potensial dikembangkan. Selama ada pagu anggaran, kami berkomitmen untuk bangun perikanan budidaya Sarolangun ini ke depan", ungkap Slamet, saat temu wicara di depan ratusan pembudidaya ikan yang juga turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun, dan perwakilan dinas seluruh Provinsi Jambi, belum lama ini.

Lebih lanjut, Slamet menambahkanbahwa dalam pemanfaatan potensi perairan umum daratan penting adanya payung hukum berupa Perda untuk mengatur zonasi pemanfaatan ruang dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, sehingga unit usaha budidaya dapat terkendali dan berkelanjutan.

"Saya tidak ingin kejadian di Cirata dan Jatiluhur terulang disini. Oleh karenanya saya mohon pak Bupati untuk segera antisipasi dengan menetapkan Perda yang mengatur batas optimum unit usaha sesuai daya dukung. Disisi lain, konsep lubuk larangan ini perlu terus dipertahankan, namun disamping upaya konservasi penting juga mendorong pengembangannya untuk tujuan ekonomi yakni dengan membudidayakan. Nanti saya akan minta Balai Sungai Gelam dukung pengembangan budidayanya," imbuhnya.

Slamet juga membeberkan kinerja perikanan budidaya secara nasional. Ia merinci data BPS yang mencatat nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) bulan Oktober sebesar 101,89 dan nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) sebesar 114,31.

Kata dia, ini mengindikasikan ada perbaikan struktur ekonomi masyarakat yakni meningkatnya pendapatan dan daya beli.

"Kinerja nasional ini saya harapkan bisa dicapai juga di Sarolangun. Sekali lagi nanti dinas dan BPBAT Sungai Gelam bisa identifikasi kira kira dukungan apa yang bisa KKP dorong ke depan," pungkas Slamet.

Sebagai informasi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan restocking sebanyak 50.000 ekor benih ikan Jelawat di Sungai Batang Tembesi. KKP juga memberikan berbagai dukungan untuk Provinsi Jambi senilai lebih kurang Rp 1,6 miliar yang meliputi dukungan induk dan benih, bahan baku pakan ikan mandiri, budidaya lele bioflok dan minapadi.

 

KKP: Budidaya Udang Masih Sangat Potensial
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita