Jitunews.Com
11 Februari 2015 13:29 WIB

Teknik Jitu Rambutan Antalagi, Sang Varietas Unggul dari Sungai Andai

Rambutan Antalagi sudah diresmikan sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian

Rambutan Antalagi.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rambutan Antalagi , buahnya berbentuk bulat panjang, agak pipih, dan rambutnya agak pendek. Warna kulit buahnya kuning kehijauan, sedangkan rambutnya berwarna hijau kekuningan dengan ujung merah. Daging buah berwarna putih, ngelotok dengan kulit biji melekat, dan kering. Rasanya manis dan aromanya agak harum.

Rambutan yang sudah diresmikan sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian ini berasal dari daerah Sungai Andai, Kalimantan Selatan. Salah satu keunggulan Rambutan ini adalah produktivitas yang tinggi. Tanaman ini tumbuh dan berbuah dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl dengan tipe iklim basah yang memiliki curah hujan 1.500-3.000 mm/tahun dan memiliki suhu 22-35 °C.

Meskipun cocok dengan iklim yang basah, namun untuk merangsang pembungaan diperlukan masa musim kemarau antara 3-4 bulan. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi oleh tanaman ini, sehingga Rambutan antalagi relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5.



Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Teknik Budidaya

  • Tanaman Rambutan Antalagi dapat diperbanyak dengan okulasi. Perbanyakan dengan susuan dan cangkok jarang dilakukan karena kurang efisien. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai dari varietas sinyonya (tidak ngelotok). Umur batang bawah yang dapat diokulasi seldtar 6-8 bulan.

  • Untuk mata tempel, diambil dari cabang tanaman Rambutan varietas unggul yang daunnya mulai menua. Untuk mempercepat mata temple, lakukan perompesan daun dari cabang entres yang akan digunakan sebagai sumber mata tempel antara 2-3 minggu sebelum cabang dipotong.
  • Biji Rambutan adalah monoembrional sehingga semai generatif dari varietas induknya yang digunakan untuk batang bawah pengaruhnya bervariasi terhadap batang atas. Sifat tanaman Rambutan adalah heterozigot dan menyerbuk silang.

  • Setelah lahan diolah, dibuat lubang tanaman ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Pupuk kandang yang digunakan adalah 40 kg/lubang tanam.
  • Jarak tanam 10 m x 12 m atau 12 m x 12 m, tergantung pada kondisi lahan. Pada lahan miring, jarak tanam lebih rapat. Pada lahan gambut atau lahan masam dengan pH kurang dari 5, perlu ditambahkan kapur mati atau abu dapur.

  • Bibit ditanam di lahan setelah tingginya lebih dari 75 cm, yakni berumur lebih dari delapan bulan.
  • Pupuk buatan berupa campuran urea, TSP atau SP-36, dan KCI, dengan perbandingan 2 : 2: 1 diberikan sebanyak 50-250 gram per tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dengan selang empat bulan sekali. Sesudah tanaman berumur lebih dari sepuluh tahun, dapat diberi pupuk NPK hingga 500-1.000 g per pohon.
  • Pemeliharaan tanaman yang penting adalah membersihkan kebun dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar/tunas air yang muncul.
  • Buah Rambutan Antalagi dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500-700 kg/pohon. Musim panen Rambutan ini terjadi pada bulan Desember-Februari.

 

 

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’
Halaman:
  • Penulis: Agung Rahmadsyah,  Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita