Jitunews.Com
19 November 2018 19:52 WIB

Kamis Ini, KESDM dan PLN Bakal Bahas DMO Gas Listrik

Usulan pematokan harga gas bukan karena kondisi keuangan PLN sedang seret

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng. (Dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng, mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti usulan PT PLN (Persero) terkait pembatasan harga gas bumi untuk pembangkit listrik.

Andy mengatakan, PLN sendiri telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan, terkait usulan tersebut. Dalam surat itu, Direktur PLN, Sofyan Basir, mengusulkan harga gas US$ 6 per mmbtu sampai ke pembangkit listrik.

Andy pun melanjutkan, harga gas itu akan dibahas dalam rapat mengenai penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2019-2028 pekan ini.



Mantan Bos Pertamina Jadi Calon Kuat Kepala SKK Migas?

"Itu baru permintaan PLN, mereka sudah mengirim surat ke Pak Menteri, kalau tidak salah Kamis besok akan dibahas di RUPTL," kata Andy di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (19/11).

Menurut Andy, selama ini harga gas yang dibeli PLN dari industri hulu migas bervariasi, mulai dari US$ 7 per mmbtu sampai US$ 11 per mmbtu, mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Ia pun menuturkan, usulan pematokan harga gas bukan karena kondisi keuangan PLN sedang seret, tapi lebih kepada upaya mempetahankan keberlanjutan perusahaan.

"Tidak. Ini dalam rangka keberlanjutan," kata dia.

Lebih lanjut, Andy menegaskan, pelaku hulu migas tidak perlu resah dengan usulan dari PLN. Pasalnya, pemerintah mempertimbangkan semua sektor dalam menetapkan kebijakan.

“Sebagai regulator kan ingin supaya juga jangan sampai masyarakat juga terbebani dengan harga listrik yang tinggi, badan usaha milik negara juga tidak terbebani. Jadi semua harus sehat, pemerintah kebijakannya juga bisa berjalan,” tuntasnya.

 

Pertamina EP ‘Sulap’ Sumur Migas Idle Jadi Sumur Idola
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita