Jitunews.Com
13 November 2018 08:23 WIB

Kontrak Tiga Blok Migas Ditargetkan Diteken Tahun Ini

Namun, sebelum penandatanganan kontrak, lanjut Arcandra ada syarat yang harus dipenuhi kontraktor.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengungkapkan, pihaknya menargetkan penandatanganan kontrak baru tiga blok minyak dan gas bumi (migas) dengan menggunakan skema gross split bisa segera terlaksana.

Adapun, ketiga blok tersebut adalah Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), Tarakan, dan Tungkal, yang akan habis kontrak 2022.

“Semoga bisa diteken tahun ini," kata Arcandra, dikutip dari katadata.co.id, Senin (12/11).



Pertamina Gaet Konsumen Milenial Lewat ‘My Pertamina’

Namun, sebelum penandatanganan kontrak, lanjut Arcandra ada syarat yang harus dipenuhi.

“Kontraktor di tiga blok tersebut wajib menyelesaikan pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan,” tutur Arcandra.

Sebelumnya, dikutip dari cnbcindonesia.com, Kementerian ESDM telah memutuskan untuk memberikan tiga dari empat blok yang habis kontraknya pada 2022 mendatang, yakni Coastal Plains and Pekanbaru (CPP), Tarakan, dan Tungkal.

Untuk blok Tarakan diberikan kepada PT Medco E&P Tarakan dengan hak partisipasi 100%, dan bonus tanda tangan sebesar US$ 1,5 juta, serta Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebesar US$ 35,5 juta.

Kemudian, untuk blok CPP, seluruhnya diberikan kepada PT Bumi Siak Pusako, dengan hak partisipasi sebesar 100%, bonus tanda tangan sebesar US$ 10 juta, dan KKP sebesar US$ 130,41 juta. Adapun, sebagai informasi, blok CPP ini sebelumnya dikelola Bumi Siak Pusako bersama dengan PT Pertamina (Persero).

Lalu, untuk blok Tungkal, pemerintah memutuskan untuk dikelola oleh Montd'or Oil Tungkal bersama dengan Fuel-X Tungkal. Hak partisipasinya masing-masing 70% dan 30%. Bonus tanda tangan yang diberikan sebesar US$ 2,45 juta, dan KKP sebesar US$ 13,23 juta.

Arcandra mengatakan, untuk hak partisipasi kontraktor sebesar 10% akan ditawarkan kepada BUMD, kecuali untuk blok CPP. Dengan begitu, total bonus tanda tangan yang didapatkan pemerintah sebesar US$ 13,95 juta, dan KKP sebesar US$ 179,15 juta.

Perdana, Pertamina Mengapalkan LNG Gross Split di Blok Sanga-sanga
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita