Jitunews.Com
13 November 2018 08:04 WIB

Perdana, Pertamina Mengapalkan LNG Gross Split di Blok Sanga-sanga

Volume lifting perdana itu satu kapal atau kargo, sekira 146.000 meter kubik (m3).

PT Pertamina (Persero) melakukan pengapalan atas penjualan Liquid Natural Gas (LNG) yang merupakan kargo LNG pertama dari Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Minggu (12/11) (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) melakukan pengapalan atas penjualan Liquid Natural Gas (LNG) yang merupakan kargo LNG pertama dari Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Minggu (12/11) lalu.

“Ini sekaligus kargo LNG pertama semenjak diterapkannya pengelolaan wilayah kerja migas dengan skema gross split di Indonesia,” kata Direktur PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Andi Wisnu, dalam keterangan resminya, Selasa (13/11).

Adapun, volume lifting perdana itu satu kapal atau kargo, sekira 146.000 meter kubik (m3).



Mobil Listrik PLN BLITS Siap Jelajah 15.000 Km

PHSS merupakan anak usaha dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) yang ditunjuk sebagai pengelola sekaligus operator di WK Sanga Sanga untuk periode kontrak 8 Agustus 2018. Kontrak itu berlaku hingga 8 Agustus 2038.

WK Sanga Sanga dialihkelolakan kepada PHSS dengan konsep gross split dalam pengelolaannya. Kontrak itu bagi hasil dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) itu disetujui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 20 April 2018. Blok ini diperkirakan masih bisa memproduksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE).

Lebih lanjut, Andi menyatakan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu proses komersialisasi dan monetisasi LNG dari WK Sanga Sanga ini mulai dari masa persiapan, pemrosesan, hingga pengapalan LNG dari kilang LNG Badak yang dikelola oleh PT Badak NGL, yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur.

"Ucapan terima kasih juga disampaikan khususnya kepada SKK Migas, Direktorat Jenderal Migas (DitjenMigas) serta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang telah memberikan dukungan secara penuh serta bekerjasama dalam memberikan persetujuan-persetujuan dokumentasi, arahan dan juga rekomendasi kepada Kementerian terkait seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan," lanjutnya.

Andi menambahkan, keberhasilan komersialisasi dan monetisasi LNG dalam era Gross Split ini menjadi pembuktian Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia.

“Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung dan mensukseskan era Gross Split ini sebagai sistem tata kelola baru di dunia industri minyak dan gas bumi di Indonesia,” tuntasnya.

 

Di Pelalawan, Pertamina Resmikan Lagi BBM Satu Harga
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita