Jitunews.Com
12 November 2018 20:40 WIB

Harga Beras Naik, Awas Digoreng Oposisi!

Bamsoet minta Tim Ekonomi Jokowi atasi kenaikan harga beras

Pekerja memilah beras di Pasar Induk Beras Cipinang. (JITUNEWS/Johdan A.A.P)

Ia menuturkan, mendekati akhir tahun 2018, Pemerintah dan Bulog perlu bekerja lebih keras agar komoditi beras tidak bermasalah. Aspek kecukupan atau stok harus dijaga, sementara harga beras harus diupayakan terkendali atau stabil.

“Bagaimana pun, di tahun politik 2019 mendatang, isu tentang harga kebutuhan pokok bisa menjadi sangat sensitif. Ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, apalagi beras, kekuatan oposisi akan menggoreng isu kenaikan harga untuk merusak kredibilitas pemerintah,” tuturnya.

“Faktor ini patut digarisbawahi oleh tim ekonomi di Kabinet Kerja, mengingat kekuatan oposisi sejak beberapa bulan belakangan ini konsisten menyoal harga kebutuhan pokok, serta mengeksploitasi keluh kesah ibu rumah tangga tentang harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.



Tak Dukung Paslon di Pilpres, Bamsoet: Pemuda Pancasila Ada Dimana-mana

Diketahui, pada beberapa pasar tradisional, dilaporkan bahwa harga beras medium sudah mencapai Rp 11.000 per kilogram. Padahal, per September 2018, harga beras medium masih di kisaran Rp 9.310 per kilogram

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan, kenaikan harga beras medium disebabkan anomali penggilingan beras medium menjadi premium. Karena anomali itu, terjadi kelangkaan beras medium di pasar.

Ketua DPR: Indonesia Berperan Aktif Jaga Perdamaian Dunia
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar,  Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita