Jitunews.Com
3 November 2018 13:29 WIB

KKP Gaungkan Minapadi Ke-5 Benua

FAO telah mendukung program minapadi di Indonesia sejak tahun 2016

KKP gaungkan sistem budidaya minapadi ke lima Benua, dalam kegiatan Kunjungan Lapang dari Permanet Representative FAO (delegasi negara-negara anggota FAO) ke lokasi budidaya minapadi di Sukoharjo yang merupakan kegiatan percontohan kerjasama antara KKP dengan FAO Rabu (1/11) lalu. (ist)

SUKORHARJO, JITUNEWS.COM – KKP gaungkan sistem budidaya minapadi ke lima Benua, dalam kegiatan Kunjungan Lapang dari Permanet Representative FAO (delegasi negara-negara anggota FAO) ke lokasi budidaya minapadi di Sukoharjo yang merupakan kegiatan percontohan kerjasama antara KKP dengan FAO, Rabu (1/11) lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sukoharjo dan Muspida, Direktur Produksi dan Usaha DJPB- KKP, Perwakilan FAO Indonesia, petani dan pembudidaya serta Permanent Representative FAO sebanyak 8 orang yang berasal dari 8 negara (Nigeria, Algeria, Thailand, Norway, Chile, Jordan, United States Mission dan Australia) yang mewakili 5 benua, yaitu Afrika, Asia, Eropa, Amerika dan Australia.

“Minapadi dijadikan kegiatan unggulan karena beberapa alasan, di antaranya dapat dilakukan dengan mudah oleh petani, dapat memberikan tambahan pendapatan petani hingga 40%, kemudian menghasilkan padi organik karena pada saat proses produksi padi tidak mengggunakan pestisida, serta minim dalam penggunaan pupuk. Dari satu hektar minapadi, petani mampu menghasilkan 1 ton ikan, dengan panen padi sebanyak 8–10 ton dari semula panen padi sebanyak 6–7 ton,” tutur Umi Windriani, Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).



KKP Komitmen Lakukan Budidaya Ikan Berbasis Blue Economy

“Kegiatan ini sangat membanggakan karena program minapadi yang digarap KKP bersama Badan Pangan Dunia (FAO) di Kabupaten Sukoharjo menjadi percontohan internasional dan telah memposisikan Indonesia sebagai salah satu rujukan FAO di level Asia-Pasifik, dan saat ini sudah dikenalkan ke 5 benua,” jelas Umi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, potensi lahan yang dapat digunakan untuk budidaya ikan sistem minapadi adalah seluas 4,9 juta hektar, sedangkan lahan yang sudah termanfaatkan hanya sebesar 128 ribu hektar. Ini menjadi potensi yang harus digarap untuk menjadi terobosan baru dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“FAO telah mendukung program minapadi di Indonesia sejak tahun 2016 yang berlokasi di Kabupaten Sleman Yogyakarta dan lima puluh kota dengan luasan masing-masing 25 hektar dan pada tahun 2018 ini telah berhasil dikembangkan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah seluas 18 hektar,” tambahnya.

Umi menyampaikan terima kasih kepada FAO yang telah mendukung kegiatan pembangunan perikanan budidaya yang berkelanjutan di Indonesia sehingga membantu pembudidaya dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Ini Inovasi Teknologi Akuakultur Berbasis Blue Economy yang Dikembangkan KKP

Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita