Jitunews.Com
2 November 2018 15:44 WIB

Singapura Hapus Sistem Ujian Akhir Agar Siwa Tidak Berkompetisi, Indonesia Kapan?

Indonesia kapan?

Ilustrasi UN / Ujian (quipper.com)

Menurut Ong Ye Kung, Menteri Pendidikan Singapura, belajar bukanlah kompetisi. Dengan pemikiran ini, Singapura akan mengarahkan sistem pembelajaran pada model pengembangan minat siswa, tanpa harus membandingkan mana siswa yang berprestasi dan mana yang tidak.

Tentu saja apa yang dilakukan pemerintah Singapura ini berbeda dengan kebanyakan sistem pembelajaran di negara-negara tetangganya, termasuk di Indonesia. Di kita, siswa masih fokus berkompetisi demi mengejar rangking agar jadi anak yang berprestasi dan membanggakan orang tua.

Baca juga: 5 Maskapai Ini Dinilai Paling Aman dan Anti kecelakaan



China Investasi Rp 6,7 Triliun untuk Proyek Petrokimia Iran

Yang mengejutkan, walaupun tidak menggunakan ujian dan sistem rangking, OECD Programme for Internasional Student Assessment (PISA), justru menunjukkan jika siswa di Singapura mendapat nilai teratas dalam tes PISA.

Dalam test tersebut, rata-rata siswa di Singapura meraih nilai 1.655 pada tiga subyek yang diujikan, yakni membaca, sains dan matematika.

Yang jadi pertanyaan, dimanakah posisi Indonesia? Entahlah, semogas aja di tahun-tahun berikutnya Indonesia bisa ikut jadi negara dengan pendidikan terbaik di dunia, amin!

10 Kebohongan Rusia Atas Ukraina
Halaman:
  • Penulis: Kesdik Bayu

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita