Jitunews.Com
24 Oktober 2018 07:15 WIB

‘Pemerintah Harus Tegas ke Freeport’

Bila masalah lingkungan tidak selesai, bank-bank asing diprediksi tak akan memberikan pinjaman.

Kawasan pertambangan Freeport Indonesia di Tembaga Pura, Papua. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Tallatov, meminta, Pemerintah tegas kepada PT Freeport McMoran Inc. untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan akibat penambangan konsentrat di Papua.

Pasalnya, kata Alba, apabila masalah lingkungan itu tidak diselesaikan, maka proses divestasi 51 persen saham Freeport oleh PT Inalum bisa saja batal.

Jadi, bila masalah lingkungan tidak selesai bank-bank asing diprediksi tak akan memberikan pinjaman.



PLN Terbitkan Global Bond US$ 1,5 Miliar, untuk Apa?

"Pemerintah harus tegas ketika ada hasil dari KLHK dan BPK bahwa yang menyatakan ada kerusakan lingkungan akibat Freeport. Harus ada ketegasan pada Freeport," papar Abra di Jakarta, Selasa (23/10).

Kemudian, terkait pernyataan BPK baru-baru ini yang menyebut tidak ada kerugian negara dari kerusakan lingkungan, Alba mengaku belum bisa berikan komentar mendalam. Hanya saja, kata dia, ada kerusakan lingkungan yang harus dibenahi oleh perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Negara memang nggak kehilangan uang, tapi kehilangan lingkungan. Ekosistem itu bagian dari aset negara juga. Cuman yang jelas benang merahnya proses divestasi Freeport ini, akan kembali molor," tutur Alba, dikutip dari inilah.com.

 

2019, PLN Jaga Konsumsi Listrik di Atas 6%
Halaman:
  • Penulis: Riana

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita