Jitunews.Com
16 Oktober 2018 15:34 WIB

Gara-Gara Rotasi Bumi Melambat, Gempa Bumi Besar Akan Mengguncang Wilayah ...

Rotasi bumi mulai melambat sepermili detik, efeknya pada aktvitas seismik

Seismograf alat pengukur gempa bumi. (Istimewa)

Amerika, JITUNEWS.COM - Kabar tersebut merupakan hasil penelitian dari Roger Bilham dan Rebecca Bendick dari Universitas of Colorado. Mereka menjelaskan rotasi bumi telah melambat seperkian detik, dan ini hanya bisa dirasakan dengan menggunakan jam atom.

Efek dari kondisi tersebut, gempa bumi akan sering muncul di daerah tropis atau sepanjang garis khatulistiwa. Dan termasuk di Indonesia. Guna mendukung hipotesa tersebut, Bilham dan Rebecca mencatat gempa bumi yang terjadi mulai dari tahun 1900.

Baca Juga : Hebat, Kondom Pintar Ini Mampu Mengukur Tingkat Kejantananmu di Ranjang



Potong Anggaran Belanjanya Tahun 2016, Kemristekdikti Alokasikan untuk Tambah Beasiswa

Awalnya Lampu Lalu Lintas Hanya Berwarna Merah dan Hijau, Ini Sebabnya

Dari data yang diperoleh, gempa bumi berkekuatan 7,0 SR memiliki siklus tiga puluh tahun sekali. Dan hal ini akan terjadi lebih sering jika bumi sedang mengalami perubahan kecepatan rotasi. Mereka juga memprediksi pada tahun ini (2018) akan terjadi dua puluhh gempa bumi besar yang akan mengguncang wilayah tropis.

Beberapa ilmuwan lain ada yang menentang hasil penelitian dari Bilham dan Rebecca. Salah satunnya Virginia Toy, seorang profesor geologi dari Universitas of Otago. Ia mengatakan lompatan jumlah gempa bumi dari enam menjadi dua puluh gempa bumi besar dalam setahun terdengar tidak masuk akal, seperti yang dilansir dari yukepo.com (7/12/17).

Baca Juga : Divonis Mati, Tiga Narapidana Ini Tidak Mati Saat Eksekusi

"Crazy Rich" dari Surabaya, Pria Ini Tukarkan Dollar Senilai Dua Trilliun Rupiah

Dari pendapat Virginia, Bilham dan Rebecca pun mengungkapkan, penelitian ini memang diperlukan pengujian lebih lanjut. Mereka juga akan merasakan dampak yang ditimbulkan dari penelitian ini, masyarakat akan mengecam Bilham dan Rebecca karena ketakutannya.

Baca Juga : Bikin Penasaran, Ini Sebenarnya Batu yang Ada di 'Fantastic Beast"

Benar tidaknya penelitian dari Bilham dan Rebecca, sepatutnya kita tetap harus waspada. Dan mungkin kita bertanya-tanya, apakah gempa bumi besar di Lombok dan Palu merupakan salah satu bukti penelitian Bilham dan Rebecca?

Tingkatkan Produktivitas Masyarakat, Menristekdikti Terus Kembangkan Teknologi Berbasis Digital
Halaman:
  • Penulis: Nugroho Meidinata

Baca Juga

 

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita