Jitunews.Com
21 April 2014 12:30 WIB

Libur Paskah "Hancur" Di Ukraina, 6 Tewas Dalam Baku Tembak

Pasukan khusus Ukraina berjaga-jaga di depan Gedung Administrasi di Kharkiv, Ukraina. (japantimes)

UKRAINA, JITUNEWS.COM - Peristiwa tembak menembak yang terjadi di sebuah pos pemeriksaan yang dibangun kelompok pro Rusia di Donetsk, Desa Bylbasivika, Ukraina Timur, telah menewaskan enam orang dan beberapa mengalami luka-luka. Demikian konfirmasi tertulis yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri Ukraina yang dirilis Al Jazeera. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Pada 02:20 (waktu setempat) 12 orang tak dikenal dengan mengendarai empat mobil tiba untuk menghalangi jalan dan mulai menembaki orang-orang yang sedang bertugas. Ada tembakan senjata api yang kemudian direspon. Tiga orang yang ditembak dan tiga orang terluka," kata Kementerian Dalam Negeri Ukraina.

Bentrokan bersenjata itu terjadi pada Minggu (20/04), sejak perjanjian internasional dicapai pekan lalu di Jenewa, untuk meredakan ketegangan di bagian timur Ukraina. Para pendukung Rusia telah menyita sejumlah gedung-gedung pemerintahan setidaknya di 10 kota.

Sementara saling menyalahkan terjadi setelah Rusia menuduh bahwa pelaku dibalik peristiwa tersebut adalah kelompok sayap kanan Ukraina. Sayap kanan membantah atas segalanya, dan balik menuduh pasukan khusus Rusia berada di balik itu semua.

"Gencatan senjata saat Paskah dilanggar," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan."Provokasi, dan kurangnya kemauan dari pihak berwenang Kiev untuk mengendalikan dan melucuti senjata kaum nasionalis."

Juru bicara Kelompok Sayap Kanan Artem Skoropadsky, mengatakan bahwa itu adalah provokasi dari Rusia."Sangat menghujat dan provokatif, karena terjadi saat malam suci bagi umat Kristiani, jelas dilakukan oleh pasukan khusus Rusia," tegas Artem.

Wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Slovyansk, mengatakan bahwa keadaan di sekitar lokasi kejadian sangat jelas."Yang jelas adalah bahwa kejadian itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak ingin perjanjian Jenewa berhasil," katanya.

Sebelumnya, kantor berita Reuters mengatakan bahwa tiga dari mereka yang tewas adalah kaum separatis yang menguasai Slovyansk, dan dua lainnya dari kelompok yang menyerang pos pemeriksaan mereka.  

Kaum separatis pro Rusia yang menguasai sejumlah kota di Ukraina Timur, telah menolak meletakkan senjata. Pada Ahad, 6 April 2014 lalu, kelompok pro Rusia justru menguasai gudang senjata di kota sebelah timur Ukraina, Luhansk. Untuk menguasai keadaan, polisi Ukraina menutup seluruh akses jalan menuju kota ini.

Pemerintah Ukraina mengatakan bahwa, mereka telah menghentikan operasi militer terhadap kaum separatis pro Rusia hingga libur Paskah usai, dalam upaya untuk memberikan waktu kesepakatan Jenewa berjalan, meski kekerasan yang terjadi pada hari Minggu tampaknya telah menghancurkan gencatan senjata .
| Reuters | Al Jazeera |
 10 Kebohongan Rusia Atas Ukraina
Halaman:
  • Penulis: Tommy Ismaya,  Tommy Ismaya

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita