Jitunews.Com
28 Januari 2017 11:15 WIB

Didesak Mundur oleh ICW, Ketua MK Tak Mau, Ini Alasannya

ICW menilai, Arief gagal menjaga kewibawaan MK, terkait OTT Patrialis Akbar.

Ketua MK Arief Hidayat. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pasca penetapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), muncul desakan agar Ketua MK Arief Hidayat mundur dari jabatannya.

Desakan itu muncul dari ICW (Indonesia Corruption Watch). Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch Tama S. Langkun, menilai, Arief gagal menjaga kewibawaan MK, terkait OTT Patrialis Akbar.

"Kualitas putusan MK beberapa tahun terakhir membahayakan program pemberantasan korupsi," tutur Tama di kantor ICW, Jumat (27/1).



KPK Bantah Jadikan Hakim MK Sebagai Target

Menanggapi hal tersebut, Arief pun menegaskan tak akan mundur dari jabatannya. Arief mengklaim, seluruh hakim konstitusi dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH) tidak menyetujui jika dirinya mundur dari jabatannya sebagai Ketua MK.

"Saya sudah berkonsultasi kepada guru besar beberapa guru besar, saya juga sampaikan kepada hakim konstitusi dalam RPH apakah saya harus mundur atau tidak? Semua hakim sepakat mengatakan tidak setuju untuk mundur," beber Arief dalam jumpa persnya di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/1).

Menurut Arief, dirinya akan tetap menjabat sebagai Ketua MK sampai masa jabatannya berakhir sebagaimana kepercayaan yang diberikan para hakim konstitusi.  

Arief menegaskan bahwa seluruh hakim konstitusi kecuali Patrialis Akbar juga telah bersepakat untuk tetap berkomitmen mengemban amanah sebagai hakim konstitusi sekaligus memulihkan nama baik MK kepada masyarakat Indonesia.

"Kita lanjutkan terus, kita harus memulihkan kembali kepercayaan MK kepada masyarakat indonesia tanpa ada yang harus mundur baik saya sendiri maupun para hakim berdelapan karena kita tidak mempunyai kesalahan apa-apa," tegas Arief.

Dalam Waktu Dekat Komisi III DPR Akan Panggil MK
Halaman:
  • Penulis: Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita