Jitunews.Com
20 Januari 2017 14:01 WIB

Haul Habib Ali Solo Ramai, Ini Fakta dan Karomah Habib Ali!

Fakta dan Karomah dari Habib Ali

Haul Habib Ali Al Habsyi. (Jitunews/Rofiq Hudawiy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Haul Habib Ali yang saat ini sedang ramai diikuti oleh sebagian besar kaum muslim di Kota Solo ini meninggal hari Ahad, 20 Rabiuts tsani 1333 H / 1913 M, beliau wafat. Jenazah beliau dimakamkan disebelah barat Masjid Riyadh. Habib Ali ini dilahirkan dengan nama Alwi bin Ali Al-Habsyi merupakan anak dari Habib Ali bin Muhammad Al- Habsyi.

Nasab Habib Ali bersambung kepada Rasulullah SAW, melalui jalur Sayiidina Husein, lengkap yaitu Habib Ali bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Syeikh bin Abdullah bin Muhammad bin Husien bin Ahmad Shohibusy Sy’ib bin Muhammad Asghor bin Alwi bin Abubakar Al-Habsyi berlanjut terus sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah Az-Zahra.

Penampilan Habib Ali sewaktu hidup menurut beberapa narasumber, beliau berkulit sawo matang diliputi cahaya. Perawakannya tinggi besar, kekar, berdada bidang, berperut kecil. Wajah bulat berisi, berdahi lebar, dan berjanggut pendek, jambang beliau sedikit dan pendek. Sepanjang hidupnya, Habib Ali dikaruniakan Allah beberapa karomah. Berikut karomah dna fakta mengenai Habib Ali:



Siap Sambut Solo Batik Carnival X

1. Keluar Mahluk di balik Tiang

Ketika Habib Ali masih anak-anak terjadi kejadian aneh di Masjid Jami Qosam, pada waktu itu pakaian Habib Ali tertinggal di dalam masjid tersebut lalu Habib Ali bersama ibunya keluar untuk mengambil baju itu, sesampainya di Masjid, Habib Ali masuk sendiri ke dalam Masjid sedangkan ibunya menunggu di luar.

Tetapi bajunya tidak ditemukan di tempatnya. Tiba-tiba salah satu tiang masjid tersebut terbelah dan dari dalam tiang tersebut keluar seorang pemuda dengan jenggot tebal, berkulit putih berkata: “Wahai Ali, ambilah pakaianmu ini. Ketika melihatnya tertinggal, aku menyimpannya untukmu”. Kemudian Habib Ali segera mengambilnya.

2. Seorang Perfeksionis

Habib Ali merupakan orang yang perfeksionis termasuk ketika akan melaksanakan shalat. Habib Ali memiliki tali yang di taruh di dalam masjid untuk melihat apakah shaf dalam shalat tersebut rapi atau tidak. Hal tersebut dilakukan hingga beliau dapat melihat setengah hingga satu kepala jamaahnya.

  1. Maulid Simtud Duror

Ketika Habib Ali berusia 68 tahun, beliau menulis kitab maulid yang diberi judul Simtud Duror. Disebutkan bahwa maulid ini dibacakan pertama kali di rumah beliau kemudian di rumah muridnya Habib Umar bin Hamid. Sebelum itu, Habib Ali selalu membaca Maulid Al-Hafidz Ad-Diba’I (Maulid Ad-Diba’i). Berkata Habib Ali tentang kitab maulidyang beliau karang ini:

 “Jika seseorang menjadikan kitab maulidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghapalnya, maka rahasia (sir) Al-Habib SAW akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya, namun setiap kali kitab ini dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubungan dengan Nabi SAW.  Pujianku kepada Nabi SAW dapat diterima oleh masyarakat. Ini karena besarnya cintaku kepada Nabi SAW, bahkan dalam surat-suratku, ketika aku menyifatkan Nabi SAW, Allah membukakan kepada susunan bahasa yang tidak ada sebelumnya. Ini adalah ilham yang diberikan Allah kepadaku. Dalam surat menyuratku ada beberapa sifat agung Nabi SAW, andaikan Nabhani membacanya, tentu ia akan memenuhi kitab-kitabnya dengan sifat-sifat agung itu”.

Munculnya Maulid Simtud Duror di zaman ini akan menyempurnakan kekurangan orang-orang yang hidup di zaman akhir. Sebab, pemberian Allah kepada orang-orang terdahulu yang tidak didapatkan oleh orang-orang zaman akhir tidaklah sedikit.

 

The Park Mall Solobaru akan Hadirkan Tokoh-Tokoh Doraemon yang Menggemaskan
Halaman:
  • Penulis: Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita