Jitunews.Com
19 Januari 2017 13:06 WIB

Fadli Zon Tolak Usulan Ambang Batas Parlemen 10%

Fadli Zon menilai ambang batas parlemen 10 persen bisa mematikan partai-partai kecil

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (dok. dpr.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fraksi Partai Golongan Karya di DPR RI mengusulkan wacana peningkatan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 10 persen. Usulan tersebut menuai pendapat dari berbagai fraksi partai salah satunya datang dari Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut pihaknya menolak usulan ambang batas parlemen tersebut. Fadli menilai angka parliamentary threshold 10 persen terlalu tinggi.

"Menurut saya (10 persen) terlalu tinggi, meskipun Partai Gerindra melampaui 11 persen pada Pemilu lalu," ujar Fadli di Jakarta, Kamis (19/1/2017).



Mahfud Md Sebut RI Sedang Tidak Baik-baik Saja, Habiburokhman: Pernyataannya Buat Publik Bingung

Fadli menilai seharusnya kenaikan ambang batas parlemen dilakukan secara bertahap.

"Kenaikan parliamentary threshold bertahap, kalau yang lalu 3,5 persen. Mungkin ke depan bisa tetap atau naik menjadi 5 persen," tambah Fadli. 

Wakil Ketua DPR RI itu menilai, angka tersebut sebagai upaya menjegal partai-partai untuk menempatkan kadernya di DPR RI. Fadli berujar bahwa artai politik adalah salah satu pilar dan saluran demokrasi.

"Kita tak boleh menjegal partai-partai yang merupakan pilar dan saluran demokrasi. Walau pun atas nama penyederhanaan partai," ucapnya.

Minta Tak Baper saat Dikritik, Ganjar: Para Stand Up Komedian Jadi Ketakutan Semua
Halaman:
  • Penulis: Sukma Fadhil Pratama

Rekomendasi

 

Berita Terkait