Jitunews.Com
3 Januari 2017 19:19 WIB

Catat! Ini Sejumlah Capaian Pemerintahan Jokowi di Bidang Pertanian

5 kebijakan pertanian itu diwujudnyatakan pemerintahan Jokowi-JK hanya dalam kurun waktu dua tahun memimpin. Perbaikan irigasi sebanyak 3,05 Juta hektar mampu dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun dari target 3 tahun.

Seorang petani memikul padi hasil panen. (dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - 5 kebijakan pertanian nasional selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan produksi pangan, antara lain;
Pertama, merevisi Perpres 172/2014 tentang Tender Penyediaan Benih dan Pupuk lewat e-katalog, sehingg turun tepat waktu menjelang masa tanam.

Kedua, refocusing anggaran 2015 hingga 2017 sebesar Rp 12,2 triliun dari perjalanan dinas, rapat. Rehab gedung direvisi menjadi rehab irigasi, alat mesin pertanian, cetak sawah dan lainnya untuk petani. Ketiga, bantuan benih yang disalurkan ke petani tidak di lahan existing, sehingga bantuan berdampak pada luas tambah tanam. Keempat, pengawalan program Upaya Khusus (UPSUS) dan evaluasi harian.

Kelima, kebijakan Kementerian Pertanian fokus juga pada pengendalian impor dan mendorong ekspor dan deregulasi perizinan dan investasi serta penyaluran asuransi usaha pertanian.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Jakarta, Selasa, 3 Januari 2017.

"Kebijakan penataan SDM pertanian lainnya yang tidak kalah pentingnya yaitu monitoring dan evaluasi harian dan telah membentuk Tim Sapu bersih Pungli, sehingga kinerja ke depan meningkat, kalau ketahuan melakukan pungli, tanpa kompromi kami akan copot," Amran menambahkan.

Amran menegaskan, 5 kebijakan pertanian di atas diwujudnyatakan pemerintahan Jokowi-JK hanya dalam kurun waktu dua tahun memimpin. Perbaikan irigasi sebanyak 3,05 Juta hektar mampu dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun dari target 3 tahun.

Penyediaan 180 ribu unit alat mesin pertanian, demikian Amran, asuransi pertanian 674.650 hektar , dan pembangunan embung, longstorage dan dam-parit mencapai 3.771 unit serta pengembangan benih unggul 2 juta hektar.

Kementan juga, kata dia, telah membangun lumbung pangan perbatasan, integrasi jagung-sawit 233 ribu hektar, peningkatan indeks pertanaman, pengembangan lahan rawa lebak dan sapi indukan wajib bunting

"Implementasi program Kementan telah melakukan pengendalian impor dan membangun Toko Tani Indonesia sebanyak 1.218 unit atau naik 100 persen. Tentang implementasi lelang jabatan, Kementan telah melalukan demosi dan mutasi sebanyak 599 jabatan, serta promosi 238 jabatan" tegas Amran

Menurut Amran, semua implementasi program ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Ia menilai, hal tersebut merupakan terobosan baru yang menjadi pembeda dibandingkan program pemerintahan sebelumnya.

Integrator IPS Diminta Impor Sapi Indukan
Halaman:
  • Penulis: Marselinus Gunas

Rekomendasi

 

Berita Terkait