Jitunews.Com
15 April 2014 10:41 WIB

10 Kebohongan Rusia Atas Ukraina

Aksi unjuk rasa masyarakat Ukraina (checkhookboxing.com)

WASHINGTON, JITUNEWS.COM -  Pemerintah Amerika Serikat (AS), dalam hal ini Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan daftar terbaru soal kebohongan Rusia soal penyangkalan Rusia atas keterlibatannya di Ukraina. Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Rusia pada 5 Maret 2014 sempat mengeluarkan daftar serupa soal penyangkalannya.

Berikut daftar 10 kebohongan Rusia yang dirilis voanews (14/04), soal keterlibatan Rusia hingga soal penggunaan energi sebagai "alat perang".

1. Rusia mengklaim bahwa agen-agen intelejennya tidak aktif di Ukraina. Rilis Departemen Luar Negeri AS menunjukkan bahwa pemerintah Ukraina telah menangkap lebih dari selusinan agen intelejen Rusia dan menyita salah satu gedung "posko" mereka. Di dalam gedung tersebut ditemukan berbagai rompi anti peluru, seragam kamuflase, dan senjata api, yang mengingatkan soal intervensi militer ilegal di Krimea pada akhir Februari lalu.



2. Klaim Rusia mengatakan bahwa demonstrasi pro-Rusia yang terdiri atas warga negara Ukraina telah bertindak atas kemauan mereka sendiri. Sementara dalam daftar menunjukkan bahwa ini bukan "akar rumput" aktifis sipil Ukraina, seperti yang terjadi di Kiev.  Departemen Luar Negeri AS menggarisbawahi apa yang disebut kampanye rekrutmen terbuka di situs internet Rusia, melakukan perjalanan ke Ukraina dan menghasut kerusuhan. AS mengatakan ada bukti bahwa "demonstran" menerima pembayaran atas layanan tersebut.

3. Rusia juga mengklaim bahwa para pemimpin separatis di Ukraina timur mendapat dukungan cukup luas, namun menurut jajak pendapat, sebagian besar orang bahkan di bagian-bagian wilayah yang sebagian besar berbahasa Rusia di timur Ukraina, mengatakan ingin hidup bersatu di Ukraina dan menolak penyatuan dengan Rusia.

4. Klaim Rusia bahwa situasi di Ukraina timur menjurus ke dalam perang saudara, Departemen Luar Negeri AS menunjukkan bahwa yang ada hanya sebuah bentuk protes besar-besaran di wilayah tersebut, dan apa yang terjadi di sana sekarang, tidak akan terjadi tanpa disinformasi Rusia dan provokator yang mendorong terjadinya kerusuhan.

5. Rusia mengklaim bahwa Donetsk menolak otoritas sah Kiev dan mendirikan Republik Rakyat Donetsk, AS menyangkal bahwa perwakilan masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah di Donetsk menolak adaanya deklarasi.

6. Rusia mengatakan bahwa telah memerintahkan penarikan secara parsial pasukannya dari perbatasan Ukraina, Departemen Luar Negeri AS justru menunjukkan bahwa tidak ada bukti dari setiap gerakan yang signifikan, dan diperkirakan 35,000-40,000 pasukan Rusia tetap berkumpul di sepanjang perbatasan, di samping sekitar 25.000 tentara saat ini yang ditempatkan di Krimea.

7. Klaim Rusia juga mengatakan bahwa etnis Rusia di Ukraina berada di bawah ancaman. Mengutip data polling, yang mengatakan tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut. Selain itu, itu menunjukkan bahwa justru etnis Rusia yang paling berisiko adalah mereka yang tinggal di Rusia dan yang menentang rezim otoriter Putin.

8. Rusia mengklaim bahwa pemerintah baru Ukraina dipimpin oleh nasionalis radikal dan fasis. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa parlemen Ukraina, dipilih oleh semua rakyat Ukraina, tidak berubah sejak jatuhnya rezim Presiden Viktor Yanukovych. Pemerintah Ukraina sangat disetujui oleh legislatif, termasuk oleh anggota partai Yanukovych sebelum digulingkan.

9. Klaim berikutnya, Rusia mengatakan bahwa etnis minoritas menghadapi penganiayaan di Ukraina dari kaum fasis pemerintah di Kiev. AS menunjukkan bahwa sejumlah minoritas etnis dan agama telah menyatakan rasa aman di bawah otoritas baru Kiev.

10. Terakhir, Rusia mengklaim bahwa tidak akan menggunakan energi dan perdagangan sebagai "senjata" melawan Ukraina. Departemen Luar Negeri AS menunjukkan bahwa dalam waktu dua minggu terakhir, Rusia menaikkan gas alam untuk Ukraina sebanyak 80 persen dan terus membatasi ekspor Ukraina.

Hingga Amerika Serikat mengeluarkan daftar terbaru soal keterlibatan Rusia di Ukraina, belum ada tanggapan serius dari pemerintahan Putin.Permintaan Emas Di China Meningkat Drastis
Halaman:
  • Penulis: Tommy Ismaya,  Tommy Ismaya

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita