Jitunews.Com
30 November 2016 16:19 WIB

Catat! Ini Janji AHY untuk Warga Bantaran Kali Korban Gusuran

Kebijakan penggusuran yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir bukan berarti memindahkan tempat tinggal warga menjadi lebih jauh dari tempat tinggalnya semula

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono didampingi istrinya Annisa Pohan berfoto bersama warga di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Rabu (30/11). (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menjawab keluhan warga soal penggusuran, Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjanjikan warga korban penggusuran bantaran kali akan mendapat rumah pengganti yang bisa dimiliki tanpa sewa.

Menurut AHY, kebijakan penggusuran yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir bukan berarti memindahkan tempat tinggal warga menjadi lebih jauh dari tempat tinggalnya semula. Melalui program Rumah Rakyat yang dirancangnya, ia menjanjikan akan membangun rumah pengganti di lokasi yang sama dengan hak kepemilikan oleh warga sendiri tanpa sewa.

"Kita betul ingin mencegah banjir. Bukan berarti orang-orangnya diangkut gak tahu ke mana. Justru kita ingin bangun di lokasi itu, bisa tinggal di situ. Tidak hanya sewa, tapi memiliki," ungkap AHY, Rabu (30/11), saat kampanye di Bidara Cina, Jakarta Timur.



Enggan Pakai Istilah ‘Blusukan’, Agus Yudhoyono Pilih Gunakan Istilah Ini…

Janji AHY itu sekaligus menjawab keluhan warga sebelumnya, yang sejak beberapa bulan belakangan hidup tak tenang karena khawatir akan dipindahkan ke rusun.

Sebagian besar warga mengeluhkan, letak rusun terlalu jauh dari tempat tinggal mereka sebelumnya. Sementara mata pencaharian mereka berada lebih dekat dari tempat tinggal sebelumnya.

"Tadi disampaikan adanya kekhawatiran dari masyarakat akan tergusur. Itulah yang saya anggap sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan untuk kita semua. Saya punya program rumah rakyat. Intinya, saya ingin bangun Jakarta, ingin menata hidup masyarakat lebih layak lagi, lebih sehat, tanpa harus menggusur," ujar AHY.

Diakui AHY, ia tidak ingin menambah penderitaan warga dengan memindahkan mereka ke rusun. Pasalnya, dampak lain termasuk kehilangan pekerjaan makin mengintai warga. Dirinya pun ikut menyindir kebijakan yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta sebelumnya dengan mengatakan bahwa upaya itu tidak memberikan solusi.

"Dipindahkan ke tempat yang tidak dikenal. Padahal komunitasnya ada di sini, anak-anak besar di sini. Masuk rusunawa disuruh nyewa, udah kehilangan rumah, kehilangan segalanya, malah suruh sewa. Kalau gak punya uang diusir. Saya tidak punya hati untuk itu," tandas Agus.

Agus Jadi Cagub Pertama Kali Susur Kali Ciliwung
Halaman:
  • Penulis: Citra Fitri Mardiana,  Christophorus Aji Saputro

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita