Jitunews.Com
30 November 2016 15:28 WIB

'Si Bedul' Bikin Was-was, AHY Diminta Tertibkan Warga Bantaran Kali dengan Sopan

"Kami atas nama warga pinggir kali, memang beberapa bulan ini was-was. Gara gara 'si bedul' katanya, yang tidak punya sopan santun dalam kegiatan pembangunan di DKI"

Agus Harimurti Yudhoyono. (Jitunews/Latiko A.D)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Didatangi Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), warga Bidara Cina yang sebagian tinggal di bantaran Kali Ciliwung meminta untuk dipindahkan dengan sopan.

Salah satu warga yang tinggal di RW 007, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Faris, mengeluhkan tindakan yang tidak sopan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya, yang berencana menggusur tempat tinggal warga di bantaran kali. Kondisi itu ternyata membuat warga hidup dalam kekhawatiran.

"Kami atas nama warga pinggir kali, memang beberapa bulan ini was-was. Gara gara 'si bedul' katanya, yang tidak punya sopan santun dalam kegiatan pembangunan di DKI Jakarta. Kami siap digusur dan dipindahkan dengan baik," ungkap Faris, Rabu (30/11), di Bidara Cina, Jakarta Timur.



KPU DKI Umumkan Harta Cagub-Cawagub, Siapa Terkaya?

Menurut Faris, semula warga menyambut baik kebijakan Pemprov tersebut, akan tetapi setelah dijalani, Pemprov justru tidak menyiapkan ganti rugi yang setimpal.

Faris mengaku, Pemprov hanya bersedia memindahkan warga ke Rumah Susun (Rusun) dengan sistem sewa, tanpa memberikan uang kompensasi sama sekali.

"Warga kami diukur, malahan yang mengukur dapat makan dari warga kami, disambut dengan luar biasa kegiatan pemerintah DKI Jakarta. Namun ternyata, kami akan digusur tanpa mendapat bantuan apapun, sepeserpun. Jadi warga kami dimiskinkan," ujar Faris.

Menurut Faris, warga yang semula memiliki rumah di bantaran kali Ciliwung, tidak hanya mendapat jatah satu unit rumah susun sebagai pengganti rumah yang terkena gusur, melainkan lebih dari itu, pihaknya juga menginginkan penggantian satu unit rumah, sebagai kompensasi yang setimpal.

"Kalau di rusunawa sama aja kita ngontrak biasa. Rusunawa mestinya bagi warga DKI Jakarta yang tidak punya rumah," imbuh Faris.

Faris menuturkan, sebanyak enam ribu pemilih yang tinggal di kawasan tersebut telah melakukan berbagai upaya, termasuk mengadakan Salat Tasbih guna mendoakan pasangan Agus-Sylvi menang dalam Pilkada DKI 2017.

Faris dan warga lain meyakini, Agus-Sylvi akan memberikan solusi yang lebih baik daripada pemerintahan sebelumnya.

"Kami atas nama warga RW 07 ada enam ribu pemilih. Kami mohon, setiap malam, kami mengadakan suatu Salat namanya Salat Tasbih untuk mendoakan bapak (Agus). Kami hanya mohon berilah dengan sopan santun dengan kebaikan di warga kami. Anggap saja membantu mengangkat derajat kami warga bantaran," tukas Faris.

Enggan Pakai Istilah ‘Blusukan’, Agus Yudhoyono Pilih Gunakan Istilah Ini…
Halaman:
  • Penulis: Citra Fitri Mardiana,  Christophorus Aji Saputro

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita