Jitunews.Com
31 Oktober 2016 06:00 WIB

AHY: Untuk PKL, Kuncinya Adalah Ditata dan Diberdayakan, Bukan Disingkirkan

Setidaknya ada sepuluh program yang diungkapkan AHY untuk menyejahterakan warga ibu kota

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menunjukkan berkas penetapan mereka usai rapat pleno terbuka penetapan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10). (Jitunews/Johdan A.A.P)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mulai menjabarkan program-programnya untuk DKI Jakarta. Setidaknya ada sepuluh program yang diungkapkan AHY untuk menyejahterakan warga ibu kota.

Salah satu program yang dibeberkan AHY yakni terkait pedagang kaki lima (PKL). Jika nantinya terpilih, AHY akan menciptakan tata ruang sehat, ramah lingkungan, dan ramah pedagang kaki lima.

"Untuk PKL, kuncinya adalah ditata dan diberdayakan, bukan disingkirkan dan dihilangkan," ungkap AHY, Minggu (30/10), dalam pidato politiknya, di Ballroom Djakarta Theater, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat.



Saat Sosialisasi Jarang Turun Bareng Sylviana, Begini Penjelasan Agus Yudhoyono

Upaya AHY untuk PKL itu masuk dalam Program 'Smart, Creative, and Green City. Menjadikan Jakarta Sebagai Kota Pintar, Kreatif dan Ramah Lingkungan'.

Selain menekankan pada PKL, di dalam programnya AHY juga akan menambah transportasi publik dan manajemen lalu lintas untuk kurangi kemacetan, meningkatkan pelayanan publik yang cepat, berkualitas dan murah, mengelola sampah dan konversi ke energi listrik, hingga memperkuat dan memberdayakan pasukan oranye serta peningkatan kesejahteraannya.

"Di masa depan Jakarta tidak boleh kalah dengan kota- kota lain di dunia dalam keindahan bunga-bunga dan pohon-pohonnya yang hijau. Lalu kita bawa batik Betawi mendunia," urai AHY.

"Ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan untuk kurangi kemacetan. Mengurangi kendaraan pribadi di jalan raya. Di saat bersamaan tingkatkan public transport. Menambah jalanan baik di atas maupun di bawah tanah. Kemacetan banyak menjadi masalah, mengurangi produktivitas, dan mengurangi waktu bersama keluarga," tambah AHY.

AHY Ungkap Makna Dibalik Aksi Lompatnya dari Panggung ke Kerumunan Pendukung
Halaman:
  • Penulis: Christophorus Aji Saputro

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita