Jitunews.Com
25 Agustus 2016 13:01 WIB

Pejabat Publik dan Komisaris BUMN yang Jadi Timses di Pilgub Harus Dipecat

Komisaris JICT Taufan Hunneman, Kepala BNP2TKI Nurson Wahid, dan Komisaris PT Danareksa (Persero) Kartika Rini Djoemadi justru sibuk menjadi pendukung Ahok.

Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menjelang Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung pada Februari 2017, makin hari makin banyak saja tokoh-tokoh politik yang terlibat untuk mendukung salah satu calon yang akan bertarung. Menariknya banyak diantara tokoh-tokoh tersebut adalah komisaris salah satu BUMN.

Bukan malah membantu meningkatkan kinerja BUMN yang dipimpinnya, para tokoh politik tersebut justru lebih gemar menghabiskan waktunya guna mendulang dukungan sebanyak-banyaknya bagi salah satu kandidat calon kepala daerah.

Padahal dalam Peraturan Pemerintah Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2013 Jo. PP No. 29 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2013, diberikan kesempatan pejabat publik (Menteri, Kepala Badan) untuk mengajukan cuti guna mengikuti pelaksanaan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), selain itu Surat Edaran Nomor : SE- 07 /MBU/1 0/20 15 tentang Ketentuan Pencalonan Pejabat dan Karyawan BUMN Sebagai Calon Kepala Daerah dan Larangan Penggunaan Sumber Daya BUMN dalam Kegiatan Politik Praktis Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA), komisaris BUMN dilarang ikut kampanye dalam Pilkada.



Andre Minta Ahok Dicopot, PDIP Bela: Pilih Gaduh Tapi Ada Perubahan Lebih Baik atau Tenang Tapi...

Namun fakta-fakta menjelang pilkada DKI Jakarta saat ini, beberapa pejabat publik ikut terlibat aktif memberikan dukungan dan sosialisasi terhadap salah satu kandidat. Pejabat publik dan Komisaris yang ikut mendukung di antaranya, yaitu:

Nusron Wahid yang diketahui sebagai Kepala BNP2TKI ternyata lebih banyak menggunakan waktunya untuk sibuk mengurusi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama. Rupanya, Nusron dipercaya sebagai Ketua Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Selanjutnya ada nama Kartika Rini Djoemadi yang merupakan Komisaris PT Danareksa (Persero). Keterlibatan Kartika dalam Pilkada DKI ialah sebagai jasa media volenteer (Jasmev) dalam proses pemenangan atau dukungan kepada Ahok.

Tak hanya dua nama di atas, Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman juga ikut terlibat dalam Pilkada Jakarta untuk mendukung Ahok. Forum Aktivis 98 itu menyatakan siap mendukung Ahok.

Dari ketiga nama di atas, maka Presiden Jokowi serta Menteri BUMN Rini Sumarno harus segera bersikap memberikan pilihan dan kemungkinan terburuk untuk memecat dan menggantikan dengan kandidat lain.

Sebab sudah tertulis dalam aturan yang telah ditetapkan bagi pejabat publik dan surat edaran Menteri BUMN yang melarang komisaris ikut dalam perhelatan Pilkada dan mendukung salah satu kandidat.

Semoga dalam waktu dekat Presiden dan Menteri BUMN mengambil keputusan terbaik dalam menjaga revolusi mental dan Nawa Cita. 

Disebut Bikin Gaduh, PKS Nilai Ahok Tak Cocok Jadi Komut Pertamina
Halaman:
  • Penulis: Syukron Fadillah

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita