Jitunews.Com
16 Juni 2016 16:16 WIB

Soal Kenaikan Target Cukai, Pengusaha Rokok: Ini Akan Menyulitkan Industri

Moefti juga menambahkan, kekhawatiran pihaknya yang paling besar adalah jika target baru ini nantinya dijadikan dasar penetapan target cukai 2017.

()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO), Moefti, mengatakan, “Industri sudah tidak mengalami pertumbuhan. Volume produksi bulan Januari hingga Mei 2016 juga masih di bawah tahun lalu. Keputusan pemerintah untuk terus menaikkan tarif cukai tahun lalu sebesar 15% secara rata-rata tertimbang, tentu berpengaruh pada kinerja industri.”

Moefti juga menambahkan, kekhawatiran pihaknya yang paling besar adalah jika target baru ini nantinya dijadikan dasar penetapan target cukai tahun 2017.

"Kalau target naik terlalu tinggi, pastinya Pemerintah akan mengerek tarif cukai semakin tinggi supaya target tercapai. Ini tentu akan makin menyulitkan industri. Seharusnya tidak perlu ada kenaikan target penerimaan cukai rokok di RAPBNP 2016 ini,” kata Hasan, di Jakarta, Kamis (16/6).



Rokok Kretek Bukan Warisan Indonesia?

Senada dengan pernyataan Moefti, Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Hasan Aoni Aziz, mengatakan, adanya optimisme kenaikan target pada bulan Januari sampai Mei 2016 harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai kenaikan ini mengubah tarif.

Jika kenaikan tarif dilakukan oleh pemerintah, akan terjadi penurunan daya beli. Akibatnya, industri akan terkena dampaknya. "Semua tentu sudah tahu kalau industri kena imbas, banyak yang akan dirugikan," katanya.

Untuk itu, Hasan mewanti-wanti agar semua pihak melihat masalah kenaikan cukai ini dengan jernih. Industri harus dilihat sebagai pihak utama yang terkena dampak dari kebijakan tersebut.

"Walaupun, katanya, kenaikan target tidak akan mengubah tarif cukai tahun ini, target ini tentu akan menjadi acuan kebijakan tahun depan. Jangan cuma melihat tahun ini saja, tetapi perlu dipikirkan secara matang keberlanjutan kebijakan cukai ke depannya," ujarnya menambahkan.

RAYA Indonesia Luncurkan Buku Rokok Kretek Bukan Warisan Budaya Indonesia
Halaman:
  • Penulis: Siprianus Jewarut,  Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita