Jitunews.Com
31 Oktober 2014 15:39 WIB

Omset MIliaran Sang Mantan Cheff Eksportir Tepung Porang

Dari tanaman Porang ini mampu menjadikan Dhani sebagai eksportir tepung Porang

ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS - Porang saat ini merupakan salah satu jenis tanaman yang mulai banyak diminati kalangan pengusaha di bidang agribisnis. Tanaman yang diolah bagian umbinya menjadi tepung Porang ini memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan permintaannya sudah mendunia. Dari tanaman Porang ini nyatanya mampu menjadikan Dhani Sudrajat sebagai pembudidaya sekaligus eksportir tepung Porang .

Menilik basic pendidikan Dhani Sudrajat, membuat siapapun tak menyangka ia adalah pengusaha sukses agribisnis. Pria yang akrab disapa Dhani ini merupakan lulusan D3 Pariwisata yang pernah bekerja sebagai chef  hingga membawanya keliling dunia. Namun, sejak umur 15 tahun ia sudah diajak ayahnya mengurus usaha tanaman Porang. Dari sanalah, Dhani memantapkan diri untuk meneruskan usaha keluarganya itu. Bersama kakak dan beberapa saudara dekatnya, Dhani mengembangkan usaha ini hingga menjadi perusahaan ekspor produk Porang kedua terbesar di Indonesia. “Usaha ini sudah dijalankan Alm. Ayah saya sejak tahun 1964. Kebetulan kerabat kita menikah dengan orang Jepang, maka keluarga pun mantap menjalankan bisnis Porang ini karena di Jepang keberadaan Porang sangat dibutuhkan untuk industri,” terangnya.

Menurut Dhani, usaha ini berawal dari modal kepercayaan. Saat itu alm. ayahnya mendapat tawaran untuk suplai keripik/chips Porang dari rekannya di Jepang.  Namun karena belum memiliki mesin dan peralatan produksi maka rekannya di Jepang memberikan dana dan menghibahkan mesin. “Modal awal yang kami keluarkan lebih banyak untuk sewa gudang dan lainnya,” cetus Dhani.



Cita-cita Bocah Obesitas Asal Kawarang, Ingin Bertemu Presiden Jokowi!

Di awal usaha, Dhani mengekspor umbi porang berbentuk keripik/chips sebanyak 25 ton. “Dari hasil ekspor sebanyak 25 ton cukup untuk membiayai hidup kita sekeluarga selama satu tahun. Tapi saat itu ayah saya memutar uang hasil penjualan ke proyek lain yang ternyata membuat kami gulung tikar. Alhamdulilah seiring waktu berjalan, kami mampu membangun kembali usaha ini, dan sekarang fokus mengekspor tepung Porang,” jelasnya.

Menurut pria kelahiran Ciamis, 16 Juni 1966 ini, prospek bisnis Porang sekarang ini bisa dibilang sangat bagus. “Sebenarnya prospeknya bagus, gambarannya jika kita menanam seluas 1 Ha saja, hasil penjualan bisa mencukupi untuk hidup selama 1 tahun ke depan,” terangnya.

Menilik sistem pemasaran yang beriorientasi pasar ekspor, tak heran penjualan tepung Porang CV Sanindo Putra sudah berskala besar, dengan permintaan ekspor dari 1 negara per tahunnya saja sebanyak 300 ton. Saat ini ia melakukan ekspor ke 3 negara. Jika harga tepung Porang Rp 42 ribu/kg, maka omset yang diraup Dhani per tahun bisa mencapai Rp 12,6 miliar. Dengan keuntungan minimal 50% maka keuntungan yang didapat per bulannya sekitar Rp 525 juta. Sungguh nilai yang fantastis bukan?

Berbicara masalah keuntungan, Dhani lantas memaparkan bahwa setiap orang yang tertarik berbisnis ada baiknya justru tidak tergiur dengan melihat untung semata. “Kita harus ketahui resiko agar bisa antisipasi. Karena kita bermain dalam bisnis hasil bumi yang tak bisa diprediksi. Jika pasar overlap, pasar pun akan menyerap sedikit sedangkan barang melimpah. Saya berbicara begini karena saya pun sudah merasakan jatuh bangun berkali-kali. Jadi ada baiknya kita jangan memperhitungkan untung, karena kalau kita mengalami masa sulit, otomatis kita akan stuck dan sulit bisa bangkit lagi,” papar ayah dari Fikron dan Naufal ini.

 

Jokowi Adu Panco dengan Kaesang, Ini Komentar Kocak Netizen
Halaman:
  • Penulis: Riana,  Ali Hamid

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita