Jitunews.Com
15 April 2016 08:01 WIB

Alokasi Dana Penelitian di Indonesia Sangat Kurang

Alokasinya tidak sampai 0,1 persen PDB, jauh di bawah negara-negara berpenghasilan menengah yang lain

Menristekdikti Mohamad Nasir

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Alokasi anggaran penelitian Indonesia masih sangat terbatas, hanya sekitar 0,09 persen PDB. Ini jauh lebih rendah ketimbang alokasi dana penelitian di negara berpenghasilan menengah lain seperti Thailand (0,26 persen PDB), Malaysia (0,6 persen), dan China 1,47 persen.

Keterbatasan dana penelitian ini menjadi salah satu masalah mendasar mengapa kinerja penelitian di Indonesia, masih sangat rendah. Selain itu, ada juga masalah keterbatasan akses terhadap hasil-hasil penelitian sehingga tidak banyak digunakan untuk penyusunan kebijakan publik, dan rendahnya tingkat publikasi serta terbatasnya jumlah peneliti yang berkualitas. 

Untuk mendorong penggunaan hasil riset bagi kebijakan publik, reformasi di bidang penelitian perlu segera dilakukan. Sistem pelaporan penelitian harus disederhanakan, monitoring dan evaluasi juga musti fokus pada hasil penelitian yang berkualitas.

Itulah sejumlah kesimpulan dari diskusi tentang praktek dan kebijakan penelitian di Indonesia. Diskusi ini digelar atas kerjasama Menristekdikti bersama Knowledge Sector Initiative, Global Development Network, dan didukung PUSKAKOM UI serta Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), di Auditorium LIPI, Jakarta, pada Rabu (6 April 2016). 

Dengan penduduk 250 juta, jumlah peneliti di Indonesia, terutama yang berusia muda, masih sangat kurang. Jumlah peneliti pada lembaga penelitian pemerintah hanya 9.000 orang. Selain itu, jumlah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal internasional juga masih sangat rendah. “Harus ada suatu pengembangan research yang dilakukan dalam satu publikasi,” kata Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir.

Survei 2015 menunjukkan hanya ada satu universitas di  Indonesia yang masuk daftar 1.000 universitas top dunia, yakni Universitas Indonesia. Itu pun menempati urutan 600-800 yang termasuk kategori kualitas rendah.

Untuk meningkatkan dana penelitian, Kemristekdikti telah melakukan beberapa langkah kerjasama, misalnya dengan Kementrian Keuangan untuk mempercepat realisasi pendanaan penelitian. Selain itu, Kemenristekdikti juga menggandeng AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menginisiasi lahirnya Indonesia Science Park.

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas penelitian perguruan tinggi dilakukan kolaborasi dengan negara-negara yang memiliki tradisi penelitian yang lebih mapan. Meskipun terlihat adanya peningkatan alokasi dana penelitian, seringkali kebijakan di tingkat nasional dan institusi ikut menghambat kualitas penelitian yang produktif, khususnya di bidang ilmu sosial. (wd/bkkp)



UGM dan ITB Loloskan Peserta Terbanyak ON-MIPADelegasi Kesenian UGM Ikuti Misi Seni-Budaya Internasional
Halaman:
  • Penulis: Dwi Setyo Irawanto

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita