Jitunews.Com
23 Oktober 2014 13:09 WIB

Sukses Kantongi Rp 30 juta Dengan Berjualan Bakso Gulung

Sehari Laku 200 Porsi dengan keuntungan bersih mencapai 25%

Priayadi, pemilik usaha Bakso Gulung Bragi (dok foto JITUNEWS)

BOGOR, JITUNEWS.COM - Priayadi atau yang akrab disapa Bragi, mulai bergelut di dunia bakso sejak tahun 2003. Mulanya ia hanya berprofesi sebagai anak buah dan berjualan dengan menggunakan gerobak bakso, mengelilingi perumahan sekitar Pengeretan-Palayu, Bogor saja. Empat tahun kemudian, setelah mengantongi ilmu membuat bakso dan memiliki pelanggan tetap, Bragi pun memutuskan untuk membuka usaha bakso sendiri.

Lokasi yang dipilih Bragi untuk kedai bakso buatanya berada persis di pinggir Jl. Palayu Raya, Bogor. Namun karena hanya menjual bakso biasa yang umum ada di pasaran, pada tahun pertama usaha, ia kerap mengalami kerugian karena tidak semua bakso yang dibuatnya laku dibeli customer. Meski demikian, Bragi tak lantas putus asa. “Bagi saya usaha apapun yang dijalani pasti ada naik turunnya, tetapi dengan semangat dan terus berdoa pasti akan ada kebaikan,” papar ayah empat orang anak ini.

Akhinya pada tahun 2008, Bragi mendapat inspirasi dari seorang pelanggan untuk membuat Bakso Gulung, yakni adonan bakso yang digulung dalam lembaran kembang tahu. Dengan sigap, Pria kelahiran Jombang, 19 Mei 1975 ini mulai bereksperimen hingga berhasil membuat berbagai menu, seperti Bakso Gulung Original dan Bakso Gulung Sosis. Masing-masing varian dipatok dengan kisaran harga Rp 9 ribu sampai Rp 18 ribu per porsi.



Cek! 4 Jenis Peluang Usaha untuk Kamu yang Baru Lulus Kuliah

Dari segi bentuk, Bakso Gulung buatan Bragi memang tampil unik, karena hadir dengan balutan lembaran kembang tahu. Hal inilah yang membuat dagangan Bragi senantiasa ludes diburu pelanggan. Kembang tahu yang digunakan Bragi adalah kembang tahu kering yang masih utuh, sehingga daya simpannya lebih lama. Ketika akan digunakan, kembang tahu direndam dalam air hangat kemudian ditiriskan dan dipotong sesuai kebutuhan.

Brand yang diusung Bragi untuk usahanya tersebut adalah Bakso Gulung Bragi. Untuk menjalankan usahanya itu Bragi mengaku mengeluarkan modal sebesar Rp 2 juta yang digunakan untuk membeli peralatan dan etalase  sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 500 ribu untuk membeli bahan baku.

Meski sempat terseok-seok di awal usaha, kini Bragi telah mencecap manisnya usaha yang dirintis. Terbukti, dari kedua kedai Bakso Gulung Bragi miliknya ia mampu menjual lebih dari 200 porsi bakso aneka varian atau rata-rata pendapatan Rp 4,2 juta per hari. Jika diakumulasikan dalam hitungan bulanan, setidaknya Bragi dapat mengantongi omset sebesar Rp 126 juta dengan keuntungan bersih mencapai 25% atau Rp 30 juta lebih.

Tingginya animo masyarakat pecinta Bakso Gulung yang terus bertambah, membuat Bragi berencana untuk terus mengembangkan usahanya ini. Baik dengan menghadirkan varian baru atau pun dengan membuka sistem kemitraan. “Saat ini saya masih menyusun konsep dan melihat kesungguhan masyarakat yang berminat menjadi Mitra Bakso Gulung Bragi. Insya Allah dalam waktu dekat, rencana tersebut sudah dapat terlaksana,” pungkas Bragi.

Bosan Jadi Pegawai? Lakukan 'Business Plan' Berikut Ini!
Halaman:
  • Penulis: Hasballah

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita