Jitunews.Com
23 Oktober 2014 11:14 WIB

Rezeki Empuk Usaha Donat Panggang

Baru 3 Bulan Usaha, Omset Rp 30 Juta dengan Keuntungan 66,7%

dok foto JITUNEWS

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Dunia usaha memang cukup menarik perhatian tiga orang sahabat ini, Hafidz Ahmad Alhasani, Tami Mauliana, dan Terizano Rymada. Melihat bisnis kuliner yang saat ini semakin meroket, membuat ketiga sahabat ini tertantang untuk memberikan inovasi baru.

Jika biasanya donat di pasaran diolah dengan digoreng menggunakan minyak goreng, namun Hafidz dan rekannya membuat donat yang diolah dengan cara dipanggang, tanpa minyak namun hanya diolesi sedikit mentega, sehingga lebih sehat.

Selain itu donat  yang diberi brand  Doncinos ini memiliki ragam topping. Bermodal Rp 8 juta, pada bulan Juli 2012 lalu mereka memulai usaha ini dengan membeli gerobak, serta peralatan memasak seperti teflon, kompor gas, hingga penjepit makanan. Meskipun masih seumur jagung, namun Doncinos mampu bersaing dengan produk-produk kuliner lainnya, terbukti dengan penjualannya yang mampu melesat hingga Rp 30 juta dan laba bersih sebesar 66%.



Cek! 4 Jenis Peluang Usaha untuk Kamu yang Baru Lulus Kuliah

30 Variasi Topping. Demi memanjakan konsumen, donat ala Doncinos dihadirkan dengan 30 varian topping yang terdiri atas topping manis dan toping asin. Untuk topping manis, seperti Caramelo, Double Berry, Chocolatos, Strawberry, Cokelat Almond, Pelangi, Tiramisu, Tiramisu Almond, Milky Ball, Cho Chip, hingga Berry Chip. Sedangkan topping asin, terdiri atas Balado, Jagung Bakar, sapi Panggang, dan Keju.  Meskipun semua topping memiliki penggemarnya tersendiri, namun yang paling favorit dari topping Doncinos adalah Cokelat Almond, Tiramisu Almond, Keju, dan Balado. Dari segi harga, semua variasi donat dijual Rp 3.500 per buah, kecuali untuk topping almond seharga Rp 4.000.

Agar tak ingin mengecewakan para pelanggan, Doncinos tidak hanya menawarkan 30 varian topping donat, namun juga menghadirkan cita rasa donat gurih dengan tekstur yang lembut dan empuk. Menurut Hafidz, sampai sekarang sudah banyak testimoni dari pelanggan jika donat yang dijualnya lebih enak dan lebih pas citarasanya ketimbang donat yang dijual oleh brand yang sudah terkenal.

Satu hal yang menjadi kelebihan Doncinos adalah donat ini rasanya nikmat dimakan setelah selesai diolah. Menurut Hafidz, keempukan dari donatnya tersebut hanya bertahan hingga 2 – 3 jam saja, selebihnya tekstur donat akan menjadi keras. Hal ini dikarenakan donat keluaran Doncinos tidak menggunakan bahan pengawet tambahan yang membuat tekstur empuknya bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Meskipun baru tiga bulan berdiri, Doncinos sudah memiliki banyak pelanggan fanatik. Tak mengherankan jika mereka mampu meraup omset puluhan juta rupiah per bulannya.

Pencapaian tersebut memang dipengaruhi oleh strategi marketing yang cukup intensif. Sejak awal penjualan Doncinos, Hafidz dan kedua temannya selalu gencar mempromosikan donat panggangnya kepada keluarga, kerabat, hingga teman mereka. “Biasanya kita list terlebih dulu teman-teman kita, baru kita bagi-bagi tugas untuk mempromosikan Doncinos,” terang Hafidz.

Tak hanya informasi dari mulut ke mulut, mereka juga mengandalkan situs jejaring sosial, khususnya Twitter dalam media promosinya. Selain itu mereka juga kerap mengikuti berbagai event  bazaar kuliner di Bandung. Tak sia-sia juga perjuangan ketiga sahabat tersebut, karena dengan itu Doncinos semakin dikenal oleh masyarakat Bandung.

Sepanjang menjalankan usaha kulinernya ini, Hafidz dan teman-temannya belum menemukan kendala yang cukup berat, seperti kelangkaan bahan baku, ataupun penjualan yang merosot drastis. Hal ini dikarenakan mereka sudah membuat konsep produksi dan pemasaran yang cukup matang, sehingga tidak menyebabkan kerugian. Sedangkan untuk uang keamanan dan penitipan gerobak, setiap bulan mereka mengeluarkan biaya Rp 30 ribu kepada penjaga di sana.

Tingginya animo masyarakat yang menyukai Doncinos, membuat Hafidz dan kawan-kawannya optimis dengan bisnis kuliner yang dijalankan. Dengan menawarkan kudapan yang enak dan harganya terjangkau, tak mengherankan bila Donat Panggang Doncinos semakin digemari khususnya oleh masyarakat Bandung.

Ke depan, Hafidz menginginkan Doncinos menjadi oleh-oleh khas asal Bandung. “Kami memiliki harapan, Doncinos bisa seperti Brownies Amanda, yang sudah menjadi salah satu icon kuliner di Bandung,” harapnya. Selain itu, mereka juga sudah merencanakan untuk membuka cabang baru Doncinos di beberapa tempat strategis di Bandung.

Bosan Jadi Pegawai? Lakukan 'Business Plan' Berikut Ini!
Halaman:
  • Penulis: Hasballah

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita