Jitunews.Com
2 Oktober 2014 15:36 WIB

Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar

ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS - Manfaat besar dari tanaman akar ginseng jepang atau dikenal dengan nama gobo membuat tanaman ini diminati oleh masyarakat, terutama konsumen luar negeri. Selain dijadikan masakan, gobo juga ampuh mengatasi berbagai jenis penyakit, sebagai antiaging hingga meningkatkan vitalitas pria. Belum banyaknya pembudidaya gobo di tengah tingginya permintaan, membuat peluang usaha gobo sangat terbuka lebar.

Gobo adalah tanaman yang banyak ditemukan di benua Eropa dan Asia. Berbentuk umbi yang kaya akan manfaat bagi kesehatan dengan panjang rata-rata mencapai 1 meter, bahkan ada yang terpanjang hingga 2 meter. Daun gobo menyerupai bentuk hati, dengan warna hijau tua di bagian atas dan hijau muda di bagian bawah daun.

Selain memiliki disebut akar ginseng jepang, gobo juga memiliki sebutan lain, yakni ketela jepang dikarenakan bentuknya yang agak mendekati singkong dan orang-orang Jepang sangat menyukai tanaman ini untuk dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Gobo memiliki nama latin Arctium lappa. Bernama burdock root dalam bahasa Inggris. Gobo dalam bahasa Jepang, kobo dalam bahasa Korea yang berarti uang, dan niupang zi dalam bahasa China. Tiap 100 gr gobo mengandung energi 3,5%, karbohidrat 13%, protein 3%, rendah lemak <1%, non kolesterol, dan serat 8%. Kaya akan Vitamin C dan E, zat besi dan potassium.



Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Manfaat

Berjuta khasiat bisa diambil dari gobo dan telah dipercaya selama 3.000 tahun sebagai obat herbal. Di antaranya bermanfaat untuk mencegah dan membunuh sel kanker, meningkatkan stamina, menurunkan kadar gula darah, menyembuhkan penyakit pada usus, ginjal dan hati, meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan organ vital lainnya, sebagai pembersih darah yang baik, mengatasi encok, rematik dan asam urat, meringankan gejala PMS (Pre Menstrual Syndrome), mengatasi flu dan batuk, mengatasi radang amandel dan sakit tenggorokan, mengatasi penyakit kulit, mengatasi masalah rambut rontok dan ketombe, mengatasi keluhan impotensi dan kemandulan, menghancurkan batu ginjal, mengurangi pembengkakan, menyembuhkan kusta, mengatasi luka akibat gigitan ular dan menyembuhkan penderita rabies, mengatasi sindrom kelelahan kronis, dan membantu meningkatkan nafsu makan.

Di Perancis, gobo digunakan sebagai pengganti asparagus dan kentang dalam hidangan Sup, Panekuk dan Cutlets. Gobo juga bisa menjadi pengganti wortel. Di daerah asalnya, yakni Jepang, gobo biasa dimasak menjadi Kinpira, Tempura, Sukiyaki, Shabu-Shabu dan Chawanmushi. Dengan kata lain, gobo bisa dimasak dengan cara apapun, termasuk digoreng, direbus, dipanggang dan dikukus. Tak hanya itu, gobo juga bisa diolah menjadi makanan dan minuman siap saji. Misalnya Keripik, Teh, Kopi, dan Godrink (gobo yang dikombinasi dengan jahe, susu atau kacang hijau).

Belum Dikenal

Hingga saat ini, masyarakat Indonesia belum banyak mengenal gobo. Oleh karena itu pengenalan produk dan sosialisasi manfaat gobo perlu dilakukan secara intensif, agar pemasaran produk segar dan olahan dapat berjalan secara optimal. Sehingga aktivitas budidaya bisa dilipatgandakan dan diintensifkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal yang terbuka.

Sementara pasar gobo bagi konsumen asal Jepang dan Korea yang tinggal di Indonesia saat ini cukup tinggi, mengingat semakin meningkatnya jumlah warga kedua negara tersebut yang bertugas/tinggal di Indonesia. Ditandai semakin banyaknya supermarket dan restoran yang khusus menyediakan hidangan bagi para warga asing tersebut. Menurut F Rahardi, pengamat agribisnis, biasanya yang meminta gobo itu adalah orang asing, resto atau swalayan asing, maka pelaku usaha harus benar-benar memperhatikan spek (spesifikasi) gobo yang diminta.

Salah satu dukungan dan upaya pemerintah dan swasta untuk mengembangkan gobo Indonesia, yakni telah diadakan seminar pengenalan budidaya gobo melalui universitas-universitas negeri dan pameran Trade Expo Kemayoran (pameran wirausaha) tahun ini. Pihak universitas dan pemerintah juga melakukan pembinaan manajemen kepada para petani. Selain itu ada juga peran serta PT Imo Farm dan Indonesia Exim Bank dalam mengembangkan bisnis gobo dengan membantu para petani gobo agar bisa memenuhi pasar ekspor.

Peluang Ekspor Terbuka

Menurut Mujafar Priyono, Ketua Ikatan Alumni Magang Pertanian Jepang (IKAMAJA) Jawa Barat, ke depan prospek gobo sangat bagus, sebab tanaman ini sangat berpotensi ekspor. Dari beberapa negara yang mengimpor gobo Indonesia, permintaan dari Jepang yang terbanyak. Sayangnya, permintaan-permintaan tersebut belum sepenuhnya disanggupi para pelaku usaha gobo mengingat para pembudidaya besar yang masih sangat sedikit. Jadi peluang bisnisnya masih sangat terbuka lebar.

Dikatakan Mujafar, Gobo dari Indonesia ternyata lebih disukai dibandingkan hasil budidaya gobo dari negara China atau lainnya. Hal ini karena kondisi tanah Indonesia yang mengandung lebih banyak hara dan bahan organik sehingga membuat kualitas gobo yang dihasilkan dari Indonesia jauh lebih baik dan lebih enak. Gobo bisa diolah menjadi beragam masakan dan makanan/minuman ringan dan beragam khasiat. Dari banyaknya khasiat gobo, salah satunya adalah untuk menjaga dan meningkatkan vitalitas pria, pangsa pasar inilah yang menurut Mujafar Priyono belum tergarap.

Pasar internasional yang banyak menyerap gobo, yakni negara Jepang, China, Taiwan, Korea, Singapura, India, Rusia, Inggris, Perancis, Amerika Serikat dan Australia. Menurut pihak PT Ikhtiar Makmur Organik (Imo Farm) sebagai pengekspor dan distributor gobo, begitu banyak masyarakat di luar negeri yang mengonsumsi gobo sebagai makanan pokok dan makanan alternatif, sehingga pasar ekspor komoditas gobo sangat menjanjikan. Baik dalam bentuk segar maupun aneka olahan dan produk herbal.

Mie Ramen dan Gerobak Sushi Sesaki Kaki Lima di 2015
Halaman:
  • Penulis: Riana,  Riana

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita