Jitunews.Com
2 Oktober 2014 15:08 WIB

Bisnis Usaha Es Krim Tak Pernah Cair

Omset per bulan bisa menembus Rp 15 Juta

ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tampaknya bisnis es krim sedang booming. Ini terbukti dari banyaknya kedai es krim bermunculan di beberapa tempat seperti di Depok dan Jakarta Selatan. Sebut saja salah satunya Kedai Ice Cream milik Sigit Kuncoro yang berlokasi di Jalan Pepaya Raya, Jagakarsa-Jakarta Selatan.

Awalnya Sigit memulai usaha ini dari nol. Dia melihat bahwa es krim itu disukai oleh semua kalangan. Mulai dari anak kecil, orang tua, anak sekolah, hingga kalangan ibu-ibu rumah tangga. Mereka menyukai es krim karena memiliki beragam rasa yang manis dan dingin. Apalagi es krim sangat cocok jika disantap di saat cuaca sedang terik.

Karena itulah Sigit memberanikan diri untuk memulai usaha es krim bernama Kedai Ice Cream. Dia melihat bahwa peluang usaha es krim ini memiliki pasar yang potensial terutama es krim cone (kerupuk) seperti yang bisa kita lihat di restoran cepat saji di mall-mall. “Keistimewaan es krim ini adalah karena memiliki tekstur yang lembut. Selain itu rasanya juga tidak terlalu manis,” katanya.  



Laba Menyegarkan dari Bisnis Es Krim Organik GGLATO

Sigit bilang, harga jual Es Cream Cone di Kedai Es Krim hanya Rp 3 ribu. Harga itu jauh lebih murah bila dibandingkan dengan harga Es Cream Cone  yang ada di mall sekitar Rp 5 ribu. “Namun dari segi kualitas es krim bisa diadulah,” katanya.

Berawal dari keyakinan itulah maka Sigit memulai usaha Kedai Ice Cream ini sejak 6 bulan yang lalu. Dan hasilnya saat ini Sigit mampu mendapat omset ratusan ribu rupiah atau berhasil menjual 200 porsi cone/gelas es krim per harinya. “Saya optimis Kedai Es Krim ini akan meraih omset yang lebih besar lagi,” katanya. Dalam sebulan Sigit mampu mengantongi fulus hingga Rp 15 juta per bulan dengan keuntungan bersih Rp 10 juta atau 60 % omset.

Saat memulai usaha es krim Sigit mengaku mengeluarkan modal sebesar Rp 80 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli mesin, bahan baku, perlengkapan, dan sewa tempat. Setelah modal dikeluarkan Sigit mulai melakukan promosi. Dia mengaku mengandalkan promosi dari mulut ke mulut tanpa menyebarkan brosur, ataupun flyer. ”Saya hanya memasangkan spanduk berukuran 2 x 3 meter dengan tulisan harga Rp. 3000 yang cukup besar. Ini berfungsi untuk menarik minat pembeli dan menunjukan bahwa harga yang dijual tidak mahal,” terangnya.

Sambil setengah berpromosi, Sigit bilang kalau Kedai Es Krim miliknya itu menjual berbagai macam varian rasa seperti Es Cream Cone, Sundaes, Choco Top, Coca-cola Float, Fanta Float, Sprite Float, dan aneka Pop Ice Float. Varian rasa yang dihadirkan pun beragam, rasa cokelat, stroberi, vanilla dan mix.

Salah satu varian yang banyak di gemari pembeli adalah Fanta Float. Untuk menghasilkan seporsi dari menu yang dijual Rp 6 ribu ini sangatlah mudah. Awalnya bahan baku susu dimasukan ke dalam mesin, lalu mesin pun akan mengolahnya secara otomatis. Hanya menunggu sekitar 5 menit, bahan susu tadi pun berubah menjadi soft ice cream. Sigit pun langsung memasukan bongkahan es ke dalam gelas, dan menuangkan fanta sampai ke permukaan bibir gelas. Sebagai topping, dituangkan juga soft ice cream di atasnya.

Seperti layaknya usaha lain, usaha es krim ini juga memiliki kendala seperti kekurangan bahan baku terutama pasokan es krim Diamond. Sigit mengaku baru seminggu ini usahanya berjalan dan pasokan bahan baku baru mulai mengalir dengan lancer.

“Karena kita pelaku baru, bisanya distributor bahan bakunya belum berani mengirimkan susu dalam jumlah banyak. Jadi untuk sementara awalnya kita memesan dalam jumlah yang banyak agar tidak kehabisan susu saat besok akan berjualan,” terang mantan karyawan bank swasta ini.

Ke depannya Sigit berencana membuka cabang di beberapa daerah yang lokasinya masih di area Jakarta. ”Makanya sekarang saya tengah mensurvai dan melihat pasar di daerah itu,” ungkapnya. Hasballah

Menyecap Segarnya Laba dari Bisnis Es Krim dalam Pot
Halaman:
  • Penulis: Hasballah

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita