Jitunews.Com
17 September 2015 11:02 WIB

Menikmati Sego Tiwul Legendaris di Pasar Wonogiri

Di Wonogiri, Sego Tiwul semakin komplit jika disantap dengan Cabuk

WONOGIRI, JITUNEWS.COM - Wonogiri memiliki beberapa kuliner jadul yang patut Anda coba, salah satunya adalah Sego Tiwul atau Nasi Tiwul.  Sego Tiwul terbuat dari gaplek atau singkong kering. Makanan ini kini sudah jarang ditemui di Wonogiri. Karena banyak warga mengasumsikan hidangan ini sebagai makanan ndeso alias kampung. Walaupun begitu, jika Anda kangen atau pun penasaran dengan hidangan yang sudah mulai langka ini, Anda masih bisa menemukannya di depan Pasar Wonogiri.

Penjaja Sego Tiwul yang bercirikan bakul gendong ini berada persis di depan pintu masuk pasar Wonogiri. Di pasar Wonogiri ini terdapat kira-kira tujuh orang ibu sebagai penjual Sego Tiwul yang mangkal di depan pasar Wonogiri. Diantara ketujuh penjual Sego Tiwul yang paling ramai didatangi pembeli adalah Warsilah yang sudah berjualan Sego Tiwul sejak 33 tahun lalu.

Tempat mangkal Warsilah berada persis di pinggiran anak tangga yang menuju pintu masuk ke dalam pasar Wonogiri. Setiap hari Warsilah berjualan Sego Tiwul mulai dari pukul 6 sampai 10 pagi. Di sini Sego Tiwul ditawarkan dengan harga Rp 5.000 per bungkus.

Menurut Warsilah, singkong yang digunakan untuk membuat Sego Tiwul berasal dari singkong yang tidak terlalu tua dan memiliki kadar air yang sedikit sehingga saat dimakan akan terasa renyah. Sego Tiwul dibuat dengan cara menumbuk singkong yang telah dikeringkan. Saat ditumbuk, tak lupa singkong dicampurkan gula dan garam sebagai penyedap rasa.

Setelah halus, hasil tumbukan singkong tersebut kemudian diletakan dalam tampah dan diberi sedikit air sambil dikibas kibaskan ke udara agar tumbukan singkong berbentuk butiran menyerupai nasi. Setelah berbentuk butiran, proses selanjutnya adalah dikukus selama ± 15 menit dan setelah itu Sego Tiwul siap disantap. Saat dimakan Sego Tiwul ini teksturnya terasa agak kletus-kletus di mulut alias agak keras sedangkan rasanya manis-manis gurih.

Di Wonogiri, Sego Tiwul semakin komplit jika disantap dengan Cabuk. Dari luar, sekilas bungkus Cabuk terlihat seperti bungkus lemper bakar. Namun saat dibuka akan terlihat seperti pasta hitam menyerupai petis yang telah dikeraskan. Secara tampilan Cabuk memang kurang menarik, tapi saat disantap bersama Sego Tiwul atau pun nasi putih maka akan tercecap rasa gurih, legit dan pedas yang berbaur menjadi satu.

Paduan rasa ini dihasilkan dari campuran antara biji wijen sangrai yang ditumbuk bersama  bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, kelapa parut, garam, gula pasir dan daun kemangi. Setelah semua bahan ditumbuk halus, lalu dibungkus dengan daus pisang kemudian dikukus selama 30 menit hingga Cabuk menjadi padat. Agar terasa semakin mantap, setelah dikukus Cabuk kemudian dibakar di atas bara selama ± 10 menit dan setelah itu Cabuk pun siap disantap.

Jadi Mitra Binaan Pertamina, Ibu dan Anak Ini Kolaborasi Kembangkan Bisnis Kue Kering Berbahan Cokelat di Bogor
Halaman:
  • Penulis: Hasballah

Rekomendasi

 

Berita Terkait