Jitunews.Com
9 September 2015 00:00 WIB

Pengusaha Tolak Kenaikan Target Cukai Tembakau dalam RAPBN 2016

Pemerintah menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp 148,9 triliun

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi B Sukamdani. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi B Sukamdani menilai target penerimaan cukai hasil tembakau yang naik 23% dalam RAPBN 2016 merupakan target yang terlalu tinggi dan mengancam Industri tembakau. Dalam Nota Keuangan RAPBN 2016, pemerintah menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp 148,9 triliun atau naik dari RAPBN 2015 yang hanya sebesar Rp 120,6 triliun.

"Dengan kenaikan penerimaan cukai sebesar 7-9 persen selama lima tahun terakhir, industri tembakau nasional sulit berkembang dan sudah terjadi penutupan pabrik serta PHK massal. Apa jadinya kalau tahun 2016 pemerintah menaikkan target penerimaan cukai ini naik 23%?," tuturnya di Jakarta pada Rabu (9/9).

Ia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah mengenai industri tembakau ini tidak tepat sasaran. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut juga akan berdampak pada para petani cengkeh dan tembakau, termasuk sektor ritel dan pedagang kecil. Hal ini akan membuat petani cengkeh dan tembakau akan menjadi sulit ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Menurutnya berdasarkan data dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta mengenai rokok ilegal didapati hal yang tidak menggembirakan. Data UGM menyebutkan bahwa rokok ilegal tumbuh dua kali lipat menjadi 11,7% di tahun 2014 akibat regulasi pemerintah yang tidak tepat sasaran, sehingga justru memunculkan masalah baru.

"Pemerintah juga tidak bisa menutup mata, semakin suburnya rokok ilegal di Indonesia yang juga mengancam industri tembakau di dalam negeri," lanjutnya.

Ini Tarif Cukai Rokok Per 1 Januari 2018
Halaman:
  • Penulis: Andi Dwijayanto,  Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita