Jitunews.Com
3 Desember 2023 17:02 WIB

Tanggapi Aksi BEM UI dan UGM, Ade Armando: Politik Dinasti Sesungguhnya Daerah Istimewa Yogyakarta

Ade Armando menyebut Ganjar berperan mewujudkan politik dinasti di DIY.

Ade Armando (X/adearmando61)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politikus PSI Ade Armando melontarkan kritik kepada para mahasiswa, khususnya BEM UI dan UGM yang memprotes soal politik dinasti.

Ade Armando menilai aksi protes BEM UI dan BEM UGM terkait politik dinasti adalah ironi. Pasalnya, menurut dia, praktik politik dinasti sesungguhnya terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja. Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ade Armando via akun X-nya, @adearmando61, dikutip Minggu, 3 Desember 2023.



Deddy PDIP Samakan PSI dengan Golkar Masa Lalu, Ade Armando: Logika di Mana?

“Gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," lanjutnya.

Mantan dosen UI itu juga menyeret nama capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo. Dia menuding Ganjar berperan mewujudkan politik dinasti di Yogyakarta melalui perundangan ketika masih menjabat anggota DPR RI.

"Ini ditetapkan melalui Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang dilahirkan pada 2012, dan salah satu anggota DPR yang berperan besar dalam kelahiran undang-undang itu adalah Wakil Ketua Panitia Kerja di DPR yang bernama Ganjar Pranowo," terang Ade Armando.

“Kenapa mahasiswa diam saja menyaksikan politik dinasti yang jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi ini? Apakah mereka takut? Atau memang nggak paham apa arti politik dinasti? Ayo gunakan akal sehat, karena hanya dengan akal sehat Indonesia akan selamat," sambungnya.

Ingin Miskinkan Koruptor, Kaesang Janjikan PSI Kawal RUU Perampasan Aset jika Lolos ke Senayan
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait