Jitunews.Com
1 Desember 2023 20:20 WIB

Kaget Eks Ketua KPK Diduga Diminta Jokowi Setop Kasus Setnov, PKS: Perubahan Harus Terlaksana!

Mardani PKS tak menyangka intervensi pemerintah terhadap lembaga penegak hukum sangat kuat.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Jitunews/Latiko Aldilla Dirga)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku terkejut dengan pengakuan eks Ketua KPK Agus Rahardjo yang diminta Presiden Jokowi menghentikan penanganan kasus e-KTP Setya Novanto.

Mardani heran pemerintah terlalu mengintervensi kerja lembaga antirasuah. Dia mempertanyakan semangat pemberantasan korupsi yang kerap digaungkan di era Jokowi.

“Kaget saya baca dan lihat pengakuan mas Agus Rahardjo, betapa intervensi pemerintah terhadap lembaga penegak hukum sangat kuat. Padahal semangat pemberantasan korupsi jadi prioritas negeri ini,” kata Mardani dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Desember 2023.



Eks Ketua KPK Ngaku Pernah Diminta Jokowi Setop Kasus Setnov, PSI: Dusta jika Tak Dibarengi Bukti

Anggota DPR RI berharap pemerintah pasca Jokowi bisa mengembalikan hukum ke jalur yang tepat. Dia ingin hukum ditegakkan ke semua lini, tak terkecuali kasus korupsi.

“Perubahan harus terlaksana agar hukum kembali tegak pada jalurnya yang kuat untuk NKRI berdaulat,” pungkas Mardani.

Sebelumnya, mantan Ketua KPK Agus Rahardjo, saat diwawancara dalam program Rosi yang ditayangkan Kompas TV, mengaku pernah diminta Presiden Jokowi untuk menyetop penanganan kasus korupsi e-KTP yang menyeret nama eks Ketua DPR Setya Novanto.

Agus yang saat itu masih memimpin KPK dipanggil sendirian ke Istana. Di hadapan Jokowi yang didampingi Mensesneg Pratikno, ia didesak untuk tak melanjutkan perkara e-KTP.

"Di sana begitu saya masuk, presiden sudah marah. Menginginkan.. karena baru saya masuk, beliau sudah teriak 'Hentikan'. Kan saya heran, hentikan, yang dihentikan apanya," kata Agus, dikutip pada Jumat (1/12).

"Setelah saya duduk, ternyata saya baru tahu kalau yang suruh hentikan itu adalah kasusnya Pak Setnov, Ketua DPR pada waktu itu, mempunyai kasus e-KTP supaya tidak diteruskan," sambungnya.

Mantan Ketua KPK Sebut Jokowi Marah Minta Kasus Setnov Disetop, Istana Tanggapi Begini
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait