Jitunews.Com
28 November 2023 05:41 WIB

Ungakap Ada Laporan Korupsi di Kementan Didiamkan Selama 3 Tahun, Wakil Ketua KPK: Kami Betul-betul Bleng

Alexander mengatakan bahwa lemahnya motinoring berdampak pada pembiaran penanganan laporan korupsi di KPK.

Alexander Marwata (X/@KPK_RI)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatkaan bahwa monitoring atau pengawasan di KPK merupakan titik rawan dalam penanganan suatu perkara.

"Ada titik rawan di dalam penangangan perkara di KPK, itu menyangkut pengawasan atau monitoring penanganan perkara," kata Alexander di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (27/11/2023).

Alexander mengatakan bahwa lemahnya motinoring berdampak pada pembiaran penanganan laporan korupsi di KPK.



Sebut KPK dan MK Harus Lebih Bermarwah, Ma'ruf Amin: Itu Pekerjaan Besar

Ia lantas mengungkapkan bahwa ada laporan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) sejak tahun 2020.

Namun, ia menyebut baru ditindaklanjuti akhir-akhir ini sehingga ditetapkan mantan Menteri Peranian Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka.

"Pada saat kami mengalami perkara yg kemudian kami menetapkan tersangka terkait dengan pemerasan, kami betul-betul bleng, tidak tahu bahwa ternyata tahun 2020 itu ada laporan masyarakat," bebernya.

Ia tidak mengungkapkan secara detail laporan korupsi di Kementan yang didiamkan selama 3 tahun. Namun, ia memastikan kasus tersebut sudah naik tahao penyelidikan.

"Dan ternyata pimpinannya juga sudah mendisposisi, melakukan penyelidikan. Tapi ternyata juga itu tidak ditindaklanjuti, baru kemarin kemarin kita perintahkan untuk diperintahkan sprinlidik," ungkapnya.

"Artinya apa? dari tahun 2020 sampai 2023, 3 tahun (didiamkan). Nah ini kurang termonitor dengan baik dan pimpinan tidak punya alat untuk memonitor disposisi pimpinan ditindaklanjuti atau tidak," pungkasnya.

Tak Mau Firli Berkantor di KPK, Nawawi Pomolango: Kami Perlakukan Sebagai Tamu Undangan
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait