Jitunews.Com
8 November 2023 23:04 WIB

Merasa Difitnah, Anwar Usman Pantang Mundur Tegakkan Keadilan

Anwar Usman meyakini rencana Tuhan lebih baik ketimbang skenario manusia.

Anwar Usman dicopot dari jabatan Ketua MK usai terbukti melakukan pelanggaran kode etik terkait putusan batas usia capres dan cawapres (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Harkat dan martabat Anwar Usman sebagai hakim selama puluhan tahun dilumatkan oleh fitnah yang amat keji. Begitu kata adik ipar Presiden Joko Widodo itu saat konferensi pers menyusul pencopotannya dari jabatan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saat ini, harkat, derajat, martabat saya sebagai hakim selama hampir 40 tahun dilumatkan oleh sebuah fitnah yang amat keji dan kejam,” ujar Anwar Usman di kantor MK, Jakarta, Rabu, 8 November 2023.

Anwar Usman memastikan apa yang dialaminya itu sama sekali tak menciutkan tekadnya untuk terus menegakkan hukum di Indonesia.



Pengamat: Keputusan MKMK Membuat Pencalonan Gibran Cacat Hukum dan Cacat Etika

“Tetapi saya tidak pernah berkecil hati, dan pantang mundur dalam menegakkan hukum dan keadilan di negara tercinta,” tegas Anwar yang masih menjadi hakim MK itu.

Adapun Anwar Usman diberhentikan dari kedudukan ketua MK terkait penanganan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia capres-cawapres.

Belakangan ini, putusan MK soal usia capres-cawapres boleh di bawah 40 tahun asal pernah menjabat kepala daerah melalui Pemilu dianggap sebagai pemulus langkah Gibran Rakabuming Raka menuju Pilpres 2024.

Anwar Usman meyakini Tuhan punya rencana yang baik untuk membalas skenario dari pihak yang hendak menjatuhkan dirinya.

“Saya yakin bahwa sebaik-baiknya skenario manusia, siapa pun, untuk membunuh karakter saya, karier saya, harkat dan derajat, serta martabat saya, dan keluarga besar saya, tentu tidak akan lebih baik dan indah dibandingkan skenario atau rencana Allah Swt. Tuhan yang Maha Kuasa,” ujar paman Gibran itu.

Dituding Loloskan Gibran, Anwar Usman: Fitnah yang Amat Keji
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait