Jitunews.Com
8 November 2023 21:05 WIB

Dituding Loloskan Gibran, Anwar Usman: Fitnah yang Amat Keji

Anwar Usman enggan mengorbankan kehormatannya sebagai hakim demi loloskan paslon tertentu.

Anwar Usman (X/@officialMKRI)

JAKARTA, JITUNEWS.COM — Anwar Usman buka suara menyusul pencopotannya dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Adik ipar Presiden Joko Widodo itu merasa difitnah dalam penanganan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 perihal batas usia capres-cawapres. Menurutnya, fitnah itu tidak punya landasan.

"Fitnah yang dialamatkan kepada saya, terkait penanganan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023, adalah fitnah yang amat keji, dan sama sekali tidak berdasarkan atas hukum," kata Anwar dalam konferensi pers di kantor MK, Jakarta, Rabu, 8 November 2023.



Hakim MK Bersalah tapi Putusan Batas Usia Capres-Cawapres Berlaku, Ini Pesan Waketum Partai Garuda

Belakangan ini, marak tudingan bahwa putusan MK soal syarat usia capres-cawapres boleh di bawah 40 tahun asal pernah menjabat kepala daerah melalui Pemilu merupakan 'karpet merah' untuk Gibran Rakabuming Raka.

Namun, Anwar menekankan dirinya tak akan mengorbankan martabat dan kehormatan di ujung masa pengabdiannya sebagai hakim demi meloloskan pasangan calon tertentu.

"Lagi pula perkara PUU hanya menyangkut norma, bukan kasus konkret. Dan pengambilan putusannya pun bersifat kolektif kolegial oleh 9 orang hakim konstitusi, bukan oleh seorang ketua semata," ujar Anwar Usman.

"Dalam demokrasi seperti saat ini, rakyatlah yang akan menentukan, siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya kelak, sebagai presiden dan wakil presiden," imbuhnya.

Seperti diketahui, Anwar Usman telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK. Paman Gibran itu dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Putusan tersebut terkait laporan dari Denny Indrayana, PEREKAT Nusantara, TPDI, TAPP, Perhimpunan Pemuda Madani, PBHI, Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia, LBH Barisan Relawan Jalan Perubahan, para guru besar dan pengajar hukum yang tergabung dalam Constitutional Administrative Law Society (CALS), Advokat Pengawal Konstitusi, LBH Yusuf, Zico Leonardo Djagardo Simanjuntak, KIPP, Tumpak Nainggolan, BEM Unusia, Alamsyah Hanafiah, dan PADI.

Pengamat: Keputusan MKMK Membuat Pencalonan Gibran Cacat Hukum dan Cacat Etika
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait