Jitunews.Com
26 April 2023 04:37 WIB

BMKG Soal Fenomena Cuaca Panas di Indonesia: Tidak Termasuk Kategori Gelombang Panas

BMKG sebut fenomena cuaca panas terjadi karena pergerakan semu matahatri yang berulang di setiap tahunnya

()

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memasuki Hari Raya Idul Fitri 2023, cuaca di Indonesia terasa panas dibanding hari-hari biasanya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa fenomena cuaca panas yang terjadi baru-baru ini tidak termasuk gelombang panas.

"Fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara lebih mendalam secara karakteristik fenomena maupun secara indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk kedalam kategori gelombang panas, karena tidak memenuhi kondisi-kondisi tersebut," kata Dwikorita dalam siaran pers BMKG, Selasa (25/4/2023).



4 Orang Tewas Akibat Gempa Bumi Jayapura, BNPB: Terperangkap Reruntuhan Kafe

Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena cuaca panas terjadi karena pergerakan semu matahatri yang berulang di setiap tahunnya. Ia mengatakan bahwa suhu maksimum terjadi di Ciputat yaitu 37,2 derajat celcius pada tanggal 17 April 2023 lalu.

"Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36°Celcius di beberapa lokasi. Variasi suhu maksimum 34°Celcius - 36°Celcius untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya," ungkapnya.

"Scara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April-Mei-Juni adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November," sambungnya.

1.123 Kali, BMKG Unggkap Alasan Jayapura Papua Sering Diguncang Gempa Bumi
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait