Jitunews.Com
14 Februari 2023 22:54 WIB

Rusia Bakal Terus Dijatuhi Sanksi dari Negara Barat, Vladimir Putin: Kita Hidup di bawah Tekanan

Presiden Rusia mengaku optimis jika negaranya akan berhasil melewati semua sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat

Presiden Rusia Vladimir Putin (https://twitter.com/KETSO4LIFE/status/1609920363084775429/photo/3)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin pada Selasa (14/2) menyatakan bahwa Rusia saat ini berada di bawah tekanan sanksi tanpa henti dari negara-negara yang tidak ramah. Meski demikian, lajutnya, Rusia masih sanggup menghadapinya.

"Kita hidup di bawah tekanan terus-menerus dari luar negeri - maksud saya semua sanksi tanpa akhir ini," kata Vladimir Putin, dikutip Jtunews dari TASS.

"Seperti yang kita semua lihat, kita akan melewati semua sanksi ini dengan kepala dingin," ujarnya.



Virus Baru dengan Tingkat Kematian hingga 88 Persen Muncul di Afrika Tengah

Seperti diketahui, setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus ke wilayah Ukraina pada akhir Februari 2022 kemarin, negara-negara Barat langsung menjatuhkan sanksi yang bertujuan untuk melemahkan ekonomi Rusia, sehingga negara tersebut menghentikan serangannya terhadap Ukraina.

Hanya saja, kebijakan sanksi tersebut tidak hanya merugikan perekonomian Rusia, namun juga berdampak buruk terhadap perekonomian dunia, khususnya negara-negara Barat sendiri.

Selain itu, kebijakan sanksi juga diberlakukan terhadap sektor energi Rusia, yang justru membuat harga komoditas energi di pasar Eropa melambung tinggi. Terlebih, Uni Eropa kini sudah berhenti mengekspor energi dari Rusia, sehingga mereka terpaksa membeli komoditas energi dari negara lain, termasuk Amerika Serikat, meski dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Pada Desember 2022 lalu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan bahwa sanksi anti Rusia yang diberlakukan oleh negara-negara Uni Eropa akan memberikan keuntungan bagi Amerika Serikat, sementara berdampak buruk terhadap ekonomi Eropa.

"Pengiriman energi dari AS, bagaimanapun, terbukti mahal bagi orang Eropa, mengakibatkan inflasi yang meroket dan menurunkan daya saing untuk bisnis Eropa," kata Siluanov.

"Amerika untung, Eropa rugi," tegasnya.

Pemerintah Prancis Minta TotalEnergies Turunkan Harga BBM
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait