Jitunews.Com
14 Februari 2023 22:16 WIB

Pemerintah Prancis Minta TotalEnergies Turunkan Harga BBM

Penurunan harga BBM dilakukan untuk meringankan beban hidup masyarakat dan menjaga daya beli

Ilustrasi Isi bensin (carmudi)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Prancis Olivier Veran pada hari Selasa (14/2) mengatakan bahwa pemerintah Perancis mendesak perusahaan energi TotalEnergies untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mereka jual untuk meringankan beban hidup masyarakat dan menjaga daya beli.

“Ada bantuan tambahan yang bisa diberikan oleh Total. Kami minta mereka untuk mengambil tindakan. Terserah mereka untuk memutuskan. Mereka mengatakan sedang memikirkannya. Kami ingin ada juga, selain alat pemerintah itu membantu meningkatkan daya beli Prancis, mekanisme yang disediakan oleh pengecer bahan bakar," kata Veran kepada penyiar France 2.

Ia menyatakan bahwa dia tidak memiliki perincian mengenai langkah-langkah potensial oleh TotalEnergies dan menyatakan harapan bahwa ini akan berlaku "sesegera mungkin."



Ukraina Tidak Punya Banyak Peluang untuk Rebut Kembali Wilayahnya yang Dikuasai Rusia

Pada hari Senin, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa pemerintah akan memperpanjang tunjangan bahan bakar sebesar 100 euro untuk 10 juta rumah tangga hingga akhir Maret 2023. Tunjangan tersebut akan diberikan kepada setiap keluarga yang pada tahun 2021 memiliki penghasilan tidak lebih dari 14.700 euro.

Musim gugur yang lalu, TotalEnergies sudah menurunkan harga BBM yang mereka jual sebesar 20 sen euro per liter, mulai dari 1 September hingga 1 November 2022 dan sebesar 30 sen euro mulai dari 1 November hingga 31 Desember 2022. Diskon tersebut diberlakukan untuk menghindari kelebihan pajak keuntungan. Pekan lalu, CEO perusahaan, Patrick Pouyanne, mengatakan siap menjual kembali bahan bakar dengan harga yang lebih murah jika harga BBM melebihi 2 euro per liter.

TotalEnergies Prancis adalah salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. Perusahaan ini juga merupakan pemasok gas alam cair terbesar kedua ke pasar global. Perusahaan ini memiliki sekitar 100.000 karyawan di lebih dari 130 negara.

Virus Baru dengan Tingkat Kematian hingga 88 Persen Muncul di Afrika Tengah
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait