Jitunews.Com
30 Januari 2023 22:15 WIB

Umumkan Tutup Layanan per 31 Maret 2023, JD.ID Itu Punya Siapa? Ini Profil Pemiliknya

Nah, berikut informasi terkait JD.ID itu milik siapa yang perlu kamu ketahui.

JD.ID tutup layanan di Indonesia (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - JD.ID itu milik siapa menjadi informasi yang banyak dicari netizen. Pasalnya, JD.ID menjadi trending topic di media sosial Twitter usai mengumumkan tutup layanan di Indonesia.

Sebelum mengetahui JD.ID itu milik siapa, rupanya perusahaan jual beli online itu hanya bertahan 8 tahun di Indonesia. Pertama kali beroperasi di Indonesia pada November 2015 dan dinyatakan tutup permanen pada 31 Maret 2023

Nah, berikut informasi terkait JD.ID itu milik siapa yang perlu kamu ketahui.



JD.ID Tutup Layanan Belanja Online, PDIP: Imbas Menabrak Aturan Dasar Ekonomi  

JD.ID merupakan anak perusahaan toko online tebesar di Asia yakni JD.com.  JD.com berkantor pusat di China dan didirikan oleh pengusaha China bernama Lu Qiangdong atau biasa dikenal dengan nama Richard Liu.

Liu membangun JD.com pada 2004 dan beberapa tahun kemudian menjadi perusahan jual beli online serba ada di China. Liu berkomitmen untuk tidak menjual produk palsu di perusahannya.

Kekayaan Liu bersumber dari JD.com dengan kepemilikan sahamnya sebesar 15 persen. Namun pada April 2022, Liu mundur dari posisi CEO JD.com karena tindakan keras dari pemerintah China terhadap pebisnis teknologi.

Diberitakan sebelumnya,layanan belanja online atau e -commerce JD.ID  dikabarkan bangkrut. Anak perusahaan dari salah satu toko online terbesar di Asia yakni JD.com tersebut dikabarkan akan beradaptasi dengan tantangan perubahan bisnis yang berjalan cepat.

Terkait kabar JD.ID bangkrut, operasional akan dihentikan secara permanen pada tangga 31 Maret 2023. Penghentian operasional itu disebut sebagai keputusan strategis dari induk perusahaan, JD.com.

JD.COM akan berkembang pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas negara. Induk perusahaan akan fokus di pasar international.

"Dengan logistik dan pergudangan sebagai intinya," kata Head of Corporate Communications & Public affairs JD.ID, Setya Yudha saat dimintai tanggapan terkait kabar JD.ID bangkrut seperti dilansir Kompas.com, Senin (30/1/2023).

Setya mengatakan belum ada rencana detail terkait nasib karyawan usai JD.ID dikabarkan bangkrut. Ia hanya menyebut perusahaan akan menghentikan pesanan pada 15 Februari 2023.

Sementara terkait transaksi mitra pengguna dan penjual yang belum selesai akan diberi tenggat waktu hingga akhir Maret 2023.

"Untuk transaksi yang selesai sebelum tanggal penghentian layanan, perusahaan akan memenuhi pesanan seperti biasa," ujarnya.

 

JD.ID Dikabarkan Bangkrut, Pesanan Masih Diterima Hingga 15 Februari
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait