Jitunews.Com
5 Januari 2023 17:01 WIB

Rusia Sebut Italia Tak Bisa Jadi Mediator dalam Negosiasi Damai Moskow-Kiev, Ini Alasannya

Jubir Kemenlu Rusia mengatakan bahwa selama ini Italia berpihak kepada Ukraina, dan akan terus mengirim pasokan senjata kepada negara tersebut

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada Rabu (4/1) mengatakan bahwa Italia tidak bisa berperan menjadi mediator dalam konflik antara Moskow dan Kiev. Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan atas inisiatif sebelumnya yang disuarakan oleh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

“Aneh bagi kami mendengar proposal mediasi dari negara-negara yang telah mengambil posisi anti-Rusia yang jelas dan cukup agresif sejak awal operasi militer di Ukraina,” kata Zakharova dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip Russia Today.

Dalam pidato akhir tahunnya, Giorgina Meloni mengatakan bahwa dia sudah memberi tahu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang kesiapan Roma untuk "menjamin kemungkinan perjanjian perdamaian" antara Moskow dengan Kiev. Meloni juga menegaskan bahwa pihaknya siap "membantu" potensi proses perdamaian.



Harga Drone Tempur Rusia Jauh Lebih Murah daripada Rudal Pertahanan Ukraina

Namun, pada saat yang sama, Meloni menyebut "dukungan berkelanjutan untuk Ukraina" sebagai "syarat mendasar" untuk setiap proses perdamaian semacam itu dan mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Kiev sebelum akhir Februari 2023 mendatang.

Menuru Zakharova, Italia selama ini merupakan negara yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Ukraina dan secara aktif memasok negara tersebut dengan berbagai senjata. Zakharova menambahkan bahwa “tindakan sembrono ini hanya memperbanyak jumlah korban, termasuk di antara warga sipil”.

Ia memperingatkan bahwa langkah negara-negara Barat untuk melanjutkan pengiriman senjata kepada Ukraina akan meningkatkan resiko keterlibatan mereka secara langsung dalam konflik militer dengan Rusia.

"Namun, para pendukung Ukraina tampaknya tidak memiliki rencana untuk menghentikan pengiriman dan hanya ingin meningkatkannya," tambahnya.

"Mengingat sikap yang digerakkan oleh agenda yang diambil oleh Italia, kami jelas tidak dapat menganggapnya sebagai 'perantara jujur' atau potensi penjamin proses perdamaian," kata pejabat itu.

Ada Masalah Pasokan, McDonald's Bakal Hengkang dari Negara Asia Ini
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait