Jitunews.Com
2 Desember 2022 19:01 WIB

Uni Eropa Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Hentikan Konflik Rusia-Ukraina

Presiden Dewan Eropa meminta Presiden China untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan konflik Ukraina-Rusia

Presiden Dewan Eropa Charles Michel saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Dewan Eropa Charles Michel sekali lagi mendesak Presiden China Xi Jinping untuk menggunakan "pengaruh" yang dimiliki oleh China, untuk menghentikan operasi militer Rusia di Ukraina. Hal itu ia sampaikan selama kunjungan ke Beijing pada hari Kamis (1/12).

"Saya mendesak Presiden Xi (Jinping), seperti yang kami lakukan pada KTT UE-China pada bulan April, untuk menggunakan pengaruhnya di Rusia untuk menghormati piagam PBB," kata Michel kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan Xi Jinping.

Michel menambahkan bahwa Presiden Xi menekankan bahwa selama ini China tidak memberikan senjata ke Rusia dan bahwa ancaman nuklir tidak dapat diterima.



Dikeluarkan dari Tatanan Keamanan Eropa, Rusia: Kami Tidak Butuh

Sementara itu, media pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa Xi Jinping memberi tahu Michel bahwa China bersedia memperkuat komunikasi strategis dan koordinasi dengan Uni Eropa, jika blok tersebut tidak lagi mengintervensi urusan dalam negeri Beijing.

"Tiongkok akan tetap terbuka untuk perusahaan Eropa, dan berharap Uni Eropa dapat menghilangkan campur tangan untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan transparan bagi perusahaan Tiongkok," kata Xi kepada Michel, menurut stasiun penyiaran negara CCTV.

Xi mengatakan China dan UE harus memperkuat koordinasi kebijakan makroekonomi dan keunggulan pelengkap, bersama-sama menciptakan mesin pertumbuhan baru dan memastikan keamanan, stabilitas, dan keandalan rantai pasokan industri.

Presiden Dewan Eropa mengatakan dia juga memberi tahu Xi tentang kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan dan para investor Uni Eropa di China.

“Di sisi Eropa, akses pasar sangat terbuka, sedangkan di China beberapa sektor jauh lebih tertutup,” kata Michel.

"Kami membutuhkan timbal balik yang lebih besar. Kami membutuhkan hubungan yang lebih seimbang," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Michel juga mengatakan bahwa Uni Eropa sangat menghormati kedaulatan China dan tidak akan mencampuri urusan dalam negerinya.

“Uni Eropa berpegang teguh pada otonomi strategis, menjunjung tinggi kebijakan satu-China, menghormati kedaulatan China dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri China,” kata Michel.

"Uni Eropa bersedia memperkuat komunikasi dengan China untuk mengatasi krisis energi dan perubahan iklim dengan lebih baik," tambahnya.

Uni Eropa Batasi Harga Minyak Rusia, Moskow: Itu Akan Menjadi Bumerang
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait