Jitunews.Com
1 Desember 2022 21:04 WIB

Ini Alasan Kanselir Jerman Ingin Percepat Pembelian Jet Tempur F-35 dari AS

Kanselir Jerman mengatakan bahwa kemampuan pesawat tempur F-35 yang mampu membawa rudal nuklir tersebut akan melindungi Jerman dari ancaman Rusia

Pesawat tempur F-35 (Anadolu)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa pihaknya akan mempercepat pengadaan jet tempur F-35 buatan AS untuk mempertahankan kemampuannya dalam menggunakan senjata nuklir sebagai bagian dari tindak pencegahan bersama NATO terhadap Rusia.

"Berlin harus dapat mengerahkan senjata nuklir selama Rusia memiliki persenjataan nuklir," kata pemimpin Jerman itu di Konferensi Keamanan di Berlin pada Rabu (30/11).

Ia menambahkan kemampuan pesawat tempur F-35 yang mampu membawa rudal nuklir tersebut akan melindungi Jerman dari ancaman Rusia.



Kesal dengan Kebijakan Pengurangan Inflasi AS, Presiden Perancis: Menambah Masalah Saya

Scholz mengatakan negaranya akan menyelesaikan kesepakatan pada akhir tahun 2022 ini terkait pengadaan jet tempur Lockheed Martin F-35, yang dirancang untuk meluncurkan bom nuklir.

Seperti diketahui, negara-negara Barat meyakini jika Rusia sudah mengancam menggunakan senjata nuklirnya untuk memenangi konflik Ukraina. Namun, pemerintah Rusia membantah anggapan tersebut dengan meminta negara-negara anggota NATO untuk tidak terlibat langsung dalam konflik Ukraina jika tidak ingin memicu perang nuklir.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa setiap konflik yang melibatkan negara berkemampuan nuklir kemungkinan akan mengarah pada terjadinya perang nuklir, bahkan jika itu dimulai dengan senjata konvensional. Dengan demikian, lanjutnya, semua pihak termasuk AS dan Rusia harus menemukan cara untuk mencegahnya.

Lavrov juga menekankan bahwa setiap konflik antara negara-negara nuklir tidak dapat diterima, karena bahkan perang konvensional memiliki risiko "besar" untuk meningkat menjadi perang nuklir.

“Ini juga mengapa kami sangat cemas menyaksikan retorika yang dimuntahkan Barat yang menuduh kami mempersiapkan beberapa dugaan provokasi menggunakan senjata pemusnah massal,” kata Lavrov, seraya mencatat bahwa negara-negara Barat, termasuk AS, Prancis, dan Inggris, berusaha meningkatkan partisipasi mereka dalam konflik di Ukraina.

Menlu Rusia Minta AS untuk Tidak Memulai Perang Nuklir
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait